KENDARI, TELISIK.ID - Dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh menjadi satu kondisi yang rentan terjadi saat seseorang menjalankan ibadah puasa.
Saat puasa, tubuh tidak minum dan tidak mendapat asupan cairan selama kurang lebih 12 jam. Selain itu, saat berpuasa pun kebanyakan orang masih harus melakukan aktivitas harian seperti biasa. Hal itu yang kemudian meningkatkan risiko dehidrasi.
Risiko dehidrasi saat puasa menjadi lebih tinggi pada orang yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan. Meskipun, dehidrasi yang terjadi umumnya bersifat ringan dan tidak sampai mengancam nyawa.
Kendati demikian, dehidrasi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele, sebab itu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas.
Pada tingkat yang lebih parah, dehidrasi yang menyerang malah bisa memicu gangguan kesehatan. Lantas, bagaimana cara mengatasi dehidrasi agar puasa tetap lancar dan tidak batal?
