Penerimaan APBN 2026 Cuan Rp 918 Triliun dan Negara Untung 14 Persen
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 20 Mei 2026
0 dilihat
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Kejaksaan Agung, Jakarta. Foto: Instagram@prabowo
" Kinerja APBN hingga April 2026 mencatat lonjakan pendapatan negara Rp 918,4 triliun, ditopang pajak, cukai, dan PNBP yang tumbuh positif nasional "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kinerja APBN hingga April 2026 mencatat lonjakan pendapatan negara Rp 918,4 triliun, ditopang pajak, cukai, dan PNBP yang tumbuh positif nasional.
Pemerintah mencatat pendapatan negara hingga 30 April 2026 mencapai Rp 918,4 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 13,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi salah satu indikator positif dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan capaian tersebut dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026 di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca Juga: Purbaya Resmi Pangkas Anggaran MBG 2026 Tersisa Rp 268 Triliun
Menurut Purbaya, pertumbuhan pendapatan negara terutama berasal dari sektor perpajakan yang menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga akhir April 2026, penerimaan perpajakan tercatat mencapai Rp 746,9 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Dari angka tersebut, penerimaan pajak mendominasi dengan nilai Rp 646,3 triliun atau meningkat 16,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. Sementara itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp 100,6 triliun.
Selain perpajakan, pemerintah juga mencatat pertumbuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hingga April 2026, PNBP terealisasi sebesar Rp 171,3 triliun atau tumbuh 11,6 persen secara tahunan.
Adapun penerimaan hibah tercatat sebesar Rp 0,3 triliun atau meningkat 28,8 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Cukai naiknya membaik signifikan dalam sebulan ke depan [saya pikir] akan lebih baik lagi. PNBP juga naik jadi kinerjanya amat baik saya pikir akan turun orang bilang melambat ternyata enggak,” kata Purbaya, seperti dikutip dari Bloomberg Technoz, Rabu (20/5/2026).
Di sisi lain, realisasi belanja negara juga mengalami peningkatan cukup besar. Hingga April 2026, belanja negara tercatat mencapai Rp 1.082,8 triliun atau tumbuh 34,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
Belanja tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp 826 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp 256 triliun. Pemerintah menyebut percepatan belanja dilakukan agar distribusi anggaran lebih merata sepanjang tahun anggaran.
Baca Juga: Titik Terang Formasi CPNS 2026 Rampung Akhir Mei, Berikut Bocoran Tes Terbaru KemenPAN-RB
Kementerian Keuangan juga melaporkan posisi defisit APBN hingga April 2026 berada di level 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut dinilai masih terkendali di tengah peningkatan realisasi belanja negara.
Pemerintah menilai tren penerimaan negara pada awal kuartal kedua 2026 masih menunjukkan pertumbuhan positif. Kinerja perpajakan, cukai, dan PNBP disebut menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah dinamika ekonomi global.
Selain itu, pemerintah terus memantau perkembangan penerimaan dan belanja negara agar pelaksanaan APBN tetap berjalan sesuai target hingga akhir tahun anggaran 2026. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS