Dinkes Sulawesi Tenggara Gelar Aksi Bergizi di Kolaka Utara, Upaya Peningkatan Gizi dan Cegah Anemia

Erni Yanti, telisik indonesia
Jumat, 22 Desember 2023
0 dilihat
Dinkes Sulawesi Tenggara Gelar Aksi Bergizi di Kolaka Utara, Upaya Peningkatan Gizi dan Cegah Anemia
Aksi Bergizi dihadiri jajaran Pemda Kolaka Utara dan Dinkes Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.

" Dalam rangka edukasi gizi seimbang dan mencegah anemia, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara melaksanakan Aksi Bergizi di Kabupaten Kolaka Utara "

KENDARI, TELISIK.ID - Dalam rangka edukasi gizi seimbang dan mencegah anemia, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara melaksanakan Aksi Bergizi di Kabupaten Kolaka Utara dengan melibatkan Sekolah Menengah Atas.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara, Rosmawati mengatakan, substansi dari Aksi Bergizi tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.

"Aksi Bergizi diadakan di sekolah dengan memberikan tablet penambah darah kepada remaja putri dalam rangka pencegahan anemia," kata Rosmawati, Kamis (21/12/2023).

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita, remaja, ibu hamil sampai usia lanjut.

Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5-14 tahun sebesar 26,8 persen dan pada usia 15-24 tahun sebesar 32 persen. Hal ini berarti sekitar 3 dari 10 anak di Indonesia menderita anemia.

Menanggulangi hal tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD).

Baca Juga: Dua Kabupaten di Sulawesi Tenggara Belum Eliminasi Malaria

Suplementasi TTD mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum TTD 1 tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12–18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat.

Walaupun pemberian TTD pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD.

Hasil Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa proporsi remaja putri yang memperoleh TTD dalam 12 bulan terakhir di sekolah sebesar 76,2 persen, tetapi hanya 1,4 persen yang mengonsumsi TTD sesuai anjuran.

Berangkat dari kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Utara menginisiasi kegiatan Aksi Bergizi dengan melakukan  advokasi, mobilisasi sekolah dan masyarakat, koordinasi multi sektor, penguatan kapasitas serta pemantauan dan evaluasi kegiatan tersebut.

Kegiatan Aksi Bergizi diikuti 300 siswi SMAN 1 Lasusua Kabupaten Kolaka Utara. Foto: Ist.

 

Kegiatan Aksi Bergizi di Kabupaten Kolaka Utara dilaksanakan di SMAN 1 Lasusua dengan melibakan sekitar 300 siswi yang ada di SMAN 1 Lasusua dan juga lintas sektor.

Adapun tahapan  kegiatan diawali dengan aktifitas fisik yaitu senam bersama, melibatkan semua peserta kegiatan dengan durasi waktu kurang lebih 30 menit.

Edukasi gizi yang bersifat multi-sektor dengan tujuan mempromosikan asupan makan yang sehat dan aktivitas fisik serta manfaat dari tablet tambah darah (TTD),melakukan pemeriksaan/skrining Hb bagi remaja putri.

Baca Juga: Masyarakat Buton Utara Antusias Ikuti Aksi Bergizi yang Diadakan Dinkes Sulawesi Tenggara

Pemeriksaan Hb ini diharapkan dapat dilakukan secara berkala untuk memantau jumlah kasus anemia pada remaja putri. 

Implementasi program Aksi Bergizi diintegrasikan dengan Trias UKS, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat.

Sejalan dengan kegiatan gerakan Aksi Bergizi di Kabupaten Kolaka Utara diyakini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri yang juga merupakan salah satu indikator layanan intervensi gizi spesifik dalam percepatan penurunan stunting.

Tidak hanya di sekolah SMAN 1 Lasusua ini, kami juga berharap pelaksanaan kegiatan Aksi Bergizi secara rutin di semua jenjang pendidikan sekolah sebagai bentuk upaya meningkatkan gizi remaja serta mencegah anemia pada remaja putri. (B-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga