YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Warga masyarakat Sultra mempertanyakan keberpihakan pemerintah usai kabar 500 orang TKA asal China akan didatangkan ke Indonesia saat pandemi COVID-19.

Muhammad Ali, warga Sultra yang tugas belajar di Yogyakarta, mempertanyakan kebijakan tersebut mengingat banyak warga negara Indonesia yang kehilangan pekerjaan.

"Namun, pemerintah justru memberikan kesempatan kerja untuk warga negara asing," tandas M Ali yang menambahkan, hal ini tentunya akan membuat masyarakat iri hati dan menimbulkan keresahan seolah warga China lebih diprioritaskan daripada warga sendiri.

Kata Ali, hal ini tidak boleh terjadi. "Pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat sendiri," ungkapnya.

Baginya, rencana 500 orang TKA asal China yang akan bekerja di pabrik pemurnian nikel atau smelter di Konawe, Sulawesi Tenggara, jangan jadi polemik terus.