MUNA, TELISIK.ID - Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sultra, dituntut lebih profesional dalam menuntaskan polemik pemilihan ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) PBSI Muna yang mengalami deadlock.
Mantan Bendahara PBSI Muna, La Ode Nanang Lesmono menilai, pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) baru-baru ini sarat akan kepentingan untuk meloloskan salah satu calon ketua.
Buktinya, penyelenggara Muscab tidak menyiapkan daftar hadir peserta dan berita acara. Ditambah lagi, Plt Ketua PBSI Muna, Rustam tidak meminta persetujuan dari peserta musyawarah ketika menetapkan tata tertib (Tatib).
"Jadi Muscab baru-baru ini tidak memiliki legal standing," katanya.
Baca juga: Ibu Korban Pencabulan Minta Pelaku Dihukum, Komnas PA: Pelaku Harus Dijerat Pasal Berlapis
