adplus-dvertising

Dubes China Sebut Pekerja Indonesia Kurang Terampil, Rizal Ramli: Kurang Ajar

Rahmat Tunny, telisik indonesia
Kamis, 25 Juni 2020
2841 dilihat
Dubes China Sebut Pekerja Indonesia Kurang Terampil, Rizal Ramli: Kurang Ajar
Wang Liping (Kadubes China untuk Indonesia). Foto: Repro Google.com

" Pernyataan ini tidak sepenuhmya benar dan agak kurang ajar dari seorang Dubes. Kok segitu beraninya?. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Penolakan terhadap 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya ditanggapi oleh Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes China untuk RI, Wang Liping.

Menurut Wang Liping, masuknya tenaga kerja dari China sudah sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan di Indonesia, dan hal itu belum dipenuhi oleh pekerja lokal.

Komentar Wang Liping ini mendapat tanggapan serius dari ekonom senior, Rizal Ramli. Lewat cuitannya di akun twitternya, Rizal Ramli menyayangkan hal itu disampaikan oleh Kedubes China, karena yang disampaikan Wang Liping sepenuhnya tidak benar, dan terlihat sangat kurang ajar.


"Pernyataan ini tidak sepenuhmya  benar dan agak kurang ajar dari seorang Dubes. Kok segitu beraninya?," tulis Rizal Ramli dalam cuitannya, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Tuduh Selingkuh, Anak Tega Aniaya Ayah Kandung

Cuitan mantan Menteri di era Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur ini mendapat respon beragam dari pengguna twitter. "pelecehan, serius bgt" tulis akun @bangkamad.

"dubes negara lain memberi penilaian kualitas tenaga kerja lokal. Benar2 tidak ada harganya bangsa ini. Harusnya langsung usir saja dubes cina," tulis @ariprasetyawbw.

Sebelumnya, Wang Liping mengatakan, perusahaan China menggaji karyawannya sesuai dengan kompetensi pekerja itu sendiri, dilihat dari kontribusi dan produktivitasnya juga. Dia menegaskan dalam menentukan upah, perusahaan China di Indonesia tidak melihat latar belakang kebangsaan.

Lebih lanjut, Wang menyebutkan masih ada pekerja Indonesia yang sudah menjadi beberapa ahli teknis mendapat gaji jauh lebih besar dibanding pekerja Tiongkok.

"Pekerja Tiongkok kebanyakan merupakan pekerja terampil dan manajemen teknis, sementara pekerja lokal kebanyakan kurang terampil dan cuma pekerja biasa, maka gaji pekerja Tiongkok lebih tinggi," kata Wang.

Reporter: Rahmat Tunny

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga