WAKATOBI, TELISIK.ID - Lapa-Lapa adalah kuliner khas Wakatobi, yang tidak pernah ketinggalan untuk dihidangkan setiap hari lebaran.
Menu khas lebaran ini selalu jadi menu pertama yang ditawarkan, ketika ada sanak famili yang bersilaturahmi di hari raya.
Berdasarkan penuturan tokoh adat Tomia, Wakatobi, H. Djunaidi menuturkan, kulit Lapa-Lapa ini dibuat dari janur atau dalam bahasa Tomia disebut Bale yang berarti yang terbaik.
Sementara Lapa ini berasal dari bahasa Wolio yang berarti berlipat-lipat.
“Itulah kenapa bungkus Lapa-Lapa ini dibuat dengan cara dilipat-lipat. Dan sebelum dilipat itu, dijengkal dulu. Ukuran satu Lapa-Lapa ini tidak boleh kurang dari sejengkal. Jadi harus lebih. Konon katanya biar diberi umur panjang.” kata H. Djunaidi.
