adplus-dvertising

Filosofi Lapa-Lapa, Kuliner Khas Wakatobi Setiap Hari Lebaran

Nina Nurrahmah, telisik indonesia
Selasa, 20 Juli 2021
3977 dilihat
Filosofi Lapa-Lapa, Kuliner Khas Wakatobi Setiap Hari Lebaran
Lapa-Lapa, kuliner khas Wakatobi. Foto: Ist.

" Menu khas lebaran ini selalu jadi menu pertama yang ditawarkan, ketika ada sanak famili yang bersilaturahmi di hari raya "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Lapa-Lapa adalah kuliner khas Wakatobi, yang tidak pernah ketinggalan untuk dihidangkan setiap hari lebaran.

Menu khas lebaran ini selalu jadi menu pertama yang ditawarkan, ketika ada sanak famili yang bersilaturahmi di hari raya.

Berdasarkan penuturan tokoh adat Tomia, Wakatobi, H. Djunaidi menuturkan, kulit Lapa-Lapa ini dibuat dari janur atau dalam bahasa Tomia disebut Bale yang berarti yang terbaik.


Sementara Lapa ini berasal dari bahasa Wolio yang berarti berlipat-lipat.

“Itulah kenapa bungkus Lapa-Lapa ini dibuat dengan cara dilipat-lipat. Dan sebelum dilipat itu, dijengkal dulu. Ukuran satu Lapa-Lapa ini tidak boleh kurang dari sejengkal. Jadi harus lebih. Konon katanya biar diberi umur panjang.” kata H. Djunaidi.

Ia juga menambahkan, Lapa-Lapa ini dibuat dengan berbentuk huruf alif, yang mana dalam Al-Qur’an huruf alif ini tidak pernah mati, tidak memiliki tanda sukun.

Maka harapannya Lapa-Lapa ini bisa membawa berkah umur yang panjang, bagi setiap yang menyantapnya.

Baca Juga: Sejarah Ketupat, Pertama Kali Diperkenalkan Sunan Kalijaga

Baca Juga: Kuliner Khas Wakatobi Ini Wajib Ada Saat Lebaran

Sedangkan untuk isi dari Lapa-Lapa ini bermacam-macam. Ada yang berisi beras, jagung, dan juga ubi. Masing-masing isinya mengandung harapan-harapan baik untuk setiap orang yang akan menikmati hidangan ini.

Proses pembuatannya pun relatif gampang. Misalkan untuk Lapa-Lapa dengan bahan dasar dari beras merah, dicampur beras putih dan kacang merah. Kemudian beras tersebut dimasak, setengah matang dengan santan kelapa.

"Setelah matang lalu didinginkan dan dibungkus dengan janur kelapa, kemudian diikat dengan tali,” ujar Arfiati (35) salah satu masyarakat Wakatobi yang selalu membuat Lapa-Lapa setiap kali lebaran.

“Langkah terakhir adalah merebus Lapa-Lapa hingga matang sempurna. Lalu angkat dan diamkan beberapa saat hingga dingin kemudian disajikan. Kuliner Lapa-Lapa ini dapat dinikmati dengan lauk opor ayam, rendang, dan lauk lainnya,” tutup Arfiati. (B)

Reporter: Nina Nurrahmah

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga