adplus-dvertising

Gedung Luluh Lantak Akibat Ledakan saat Natal di Nashville AS

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Sabtu, 26 Desember 2020
1410 dilihat
Gedung Luluh Lantak Akibat Ledakan saat Natal di Nashville AS
Ladakan saat Natal di Kota Nashville, Amerika Serikat. Foto: Repro AP/Mark Humphrey

" Ini tampaknya merupakan tindakan yang disengaja. Penegak hukum menutup jalan-jalan pusat kota saat penyelidikan berlanjut. "

NASHVILLE, TELISIK.ID - Sebanyak 20 bangunan dilaporkan rusak akibat ledakan yang terjadi di pusat kota Nashville, Amerika Serikat saat Natal, Jumat (25/12/2020).

Ledakan tersebut juga melukai tiga orang yang langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

Mengutip AFP, Sabtu (26/12/2020), ledakan tersebut merusak 20 bangunan, termasuk etalase toko dan jalanan.


Selain itu, pecahan kaca, ranting pohon, dan batu bata berhamburan di area yang dipenuhi oleh pertokoan, restoran, dan bar tersebut.

Meskipun ledakan tersebut menghancurkan jendela bangunan dan pohon di sekitar, namun sepertinya diperhitungkan untuk tidak merenggut korban jiwa.

Sebab, saat meledak kota tersebut sebagian besar sepi karena masih dini hari dan merupakan libur hari Natal.

Dalam laporannya, polisi mengatakan menemukan rekaman peringatan bom dari sebuah mobil yang terparkir.

Baca juga: Piala Dunia U-20 2021 Batal di Indonesia, Begini Harapan FIFA

Sebuah rekaman pesan diputar dari motorhome atau recreational vehicle (RV), memperingatkan bahwa sebuah bom akan meledak dalam waktu 15 menit.

Para saksi mengatakan bahwa rekaman peringatan bom itu diucapkan oleh suara wanita.

"Evakuasi sekarang. Ada bom. Ada bom di dalam kendaraan ini dan akan meledak," salah satu saksi menirukan suara rekaman tersebut.

Dalam gambar yang beredar di media sosial, asap hitam tebal mengepul dari RV yang terbakar. Tidak tampak jelas apakah ada orang di dalam RV ketika meledak.

Setelah mendengar laporan rekaman tersebut, petugas sempat melakukan evakuasi pada warga di sekitar area dengan melakukan pemeriksaan dari pintu ke pintu.

Seorang pejalan kaki sedang menuju kendaraan sebelum ledakan, tetapi polisi mengarahkannya ke arah yang berbeda sehingga menyelamatkan warga tersebut.

Ledakan itu membuat seorang petugas polisi tersungkur ke tanah dan menyebabkan petugas lain kehilangan pendengaran.

Baik Presiden Donald Trump dan Presiden terpilih Joe Biden, mendapatkan laporan jika insiden tersebut sedang diselidiki oleh FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak AS.

Baca juga: Joe Biden Disahkan Jadi Presiden AS, Donald Trump Menolak

"Ini tampaknya merupakan tindakan yang disengaja. Penegak hukum menutup jalan-jalan pusat kota saat penyelidikan berlanjut," ujar Departemen Kepolisian Metro Nashville dalam Twitter resmi mereka.

Ledakan tersebut cukup besar hingga dirasakan beberapa kilometer jauhnya dan terjadi di dekat fasilitas AT&T, sebuah perusahaan telekomunikasi.

Akibatnya, terjadi gangguan pada layanan telekomunikasi perusahaan.

"Layanan untuk beberapa pelanggan di Nashville dan daerah sekitarnya mungkin terpengaruh oleh kerusakan fasilitas kami akibat ledakan pagi ini," ujar perusahaan.

Sementara itu, Bandara Internasional Nashville mengumumkan menghentikan sementara waktu penerbangan. Pasalnya, terjadi masalah telekomunikasi akibat ledakan itu.

Sementara itu, para pejabat setempat percaya ledakan itu merupakan tindakan yang disengaja.

"Kami yakin ledakan itu adalah tindakan yang disengaja," kata juru bicara Kepolisian Metro Nashville Don Aaron dalam konferensi pers yang dikutip dari CNN, Jumat (25/12/2020).

Juru bicara Nashville Fire Joseph Pleasant mengatakan, tiga orang korban telah dibawa ke rumah sakit dari tempat kejadian. Namun tidak ada korban dalam kondisi kritis.

Saat ini insiden tersebut sedang diselidiki oleh berbagai lembaga, baik pemerintah lokal maupun federal, termasuk FBI dan ATF. Polisi dan Patroli Jalan Raya Tennessee menutup area tersebut untuk penyelidikan. Sementara akses antarnegara bagian melalui daerah terdekat, kata Aaron, akan dibatasi. (C)

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga