adplus-dvertising

Gubernur DIY Tidak Ingin Tergesa-gesa Terapkan New Normal

Affan Safani Adham, telisik indonesia
Rabu, 03 Juni 2020
1079 dilihat
Gubernur DIY Tidak Ingin Tergesa-gesa Terapkan New Normal
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, mwngaku, penerapan new normal diharapkan akan mampu memberikan perubahan pada pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik dari sebelum pandemi. Foto: Ist,

" Agar ketika new normal diberlakukan jangan sampai ada periode kedua COVID-19. "

YOGYAKARTA, TELISIK ID - Meskipun kondisi penularan COVID-19 di DIY cenderung landai, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak ingin menerapkan new normal dengan tergesa-gesa.

Seluruh komponen, terutama pelaku bisnis dan pariwisata, harus memiliki persiapan yang matang untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan terburuk pada penerapan sistem new normal.

Menurut Sri Sultan HB X, dibutuhkan kehati-hatian dan kecermatan serta pemahaman dalam menerapkan konsep ini.


"Agar ketika new normal diberlakukan jangan sampai ada periode kedua COVID-19," tandas Sri Sultan HB X di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Menurut Gubernur DIY, penerapan new normal diharapkan akan mampu memberikan perubahan pada pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik dari sebelum pandemi.

"Namun, para pelaku bisnis juga harus bisa memperhitungkan dengan matang untuk membuka kembali usahanya," papar Sri Sultan HB X.

“Jangan sampai bisnis malah jadi semakin ambruk karena kurang perhitungan,” tambahnya.

Baca juga: Salurkan Bantuan Sembako, Suharsono Dipanggil Bawaslu Bantul

Menurutnya, pembangunan kembali ekonomi di DIY harus dilakukan secara bertahap. Jangan terlalu drastis.

"Karena sambil kita pantau perkembangannya, kita sambil belajar pada situasi," kata Sri Sultan HB X.

Dengan begitu, kata Sri Sultan HB X, tidak berisiko untuk masyarakat kecil.

"Dan saat ini memang sudah waktunya DIY menerapkan new normal untuk membangkitkan kembali geliat ekonomi masyarakat," terang Sri Sultan HB X.

Walau begitu, Gubernur DIY mengungkapkan, tidak ingin terburu-buru untuk menetapkan new normal tanpa persiapan yang matang. Syarat new normal kasus positif COVID-19 harus turun 50 persen, sedangkan di DIY sudah turun 73 persen.

Baca juga: Relawan Mengajar: Bantu Wali Murid yang Kesulitan Daftar PPDB Online

Dan saat ini, Gubernur DIY lagi serius mengajak seluruh komponen untuk benar-benar mempersiapkan new normal.

"Terutama untuk mengantisipasi adanya gelombang wisatawan yang akan datang ke DIY," ungkap Sri Sultan HB X.

Dia juga mengimbau kepada pelaku-pelaku bisnis di DIY untuk bisa disiplin menerapkan protokol pencegahan COVID-19, tidak hanya untuk tamu, tapi untuk karyawan.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menambahkan, persiapan kegiatan perekonomian memang harus dilakukan dengan serius.

"Hal tersebut karena beberapa sektor benar-benar terpengaruh," kata Paku Alam X.

Baca juga: Mahasiswa UHO Terdampak COVID-19 Bisa Minta Keringanan UKT

Untuk itu, KGPAA Paku Alam X meminta asosiasi bisnis untuk bisa mempersiapkan SOP dan protokol dengan serius dan sebaik-baiknya.

Selain itu, KGPAA Paku Alam X juga mengimbau, untuk memperhatikan keselamatan masyarakat bisnis pariwisata.

"Karena menjadi garda depan apabila penerapan new normal dilaksanakan," terangnya.

Namun, lanjut  KGPAA Paku Alam X, yang harus diprioritaskan adalah para pelaku ekonomi tingkat bawah.

"Agar bisa segera bangkit," katanya.

Kita harus fokus pada bagaimana usaha-usaha perekonomian yang menyentuh langsung pada masyarakat level bawah.

"Tolong itu sangat diperhatikan dan mereka harus diutamakan," tandas KGPAA Paku Alam X.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Sumarlin

Artikel Terkait
Baca Juga