Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian IRT di Konawe Selatan, Terdapat 28 Luka Memar

Gusti Kahar, telisik indonesia
Senin, 01 Juni 2026
0 dilihat
Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian IRT di Konawe Selatan, Terdapat 28 Luka Memar
AKP Welliwanto Malau (tengah) saat menjelaskan hasil autopsi korban KDRT di Konawe Selatan, Senin (1/6/2026). Foto: Ist.

" Hasil autopsi terhadap AS (24), ibu rumah tangga yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Konawe Selatan (Konsel), mengungkap adanya puluhan luka akibat kekerasan di sekujur tubuh korban "

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Hasil autopsi terhadap AS (24), ibu rumah tangga yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Konawe Selatan (Konsel), mengungkap adanya puluhan luka akibat kekerasan di sekujur tubuh korban.

Tim Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kendari menyimpulkan korban meninggal dunia akibat trauma tumpul pada bagian belakang kepala yang menyebabkan pembengkakan otak hingga mengganggu fungsi pernapasan.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, mengatakan hasil pemeriksaan medis menemukan sedikitnya 28 luka memar dan lecet yang tersebar dari kepala hingga kaki korban.

"Hasil visum luar terdapat 28 luka memar di sekujur tubuh korban mulai dari kepala hingga kaki," kata Welliwanto kepada telisik.id, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Suami di Konawe Selatan Aniaya Istrinya hingga Tewas

Berdasarkan hasil visum luar, tim medis menemukan dua luka memar di bagian belakang kepala korban, serta masing-masing dua luka memar pada bagian depan kepala sebelah kanan dan kiri.

Pada bagian wajah ditemukan dua luka memar di pipi kanan, luka memar dan robek pada kelopak mata kanan, serta luka lecet pada alis dan kelopak mata kiri.

Selain itu, terdapat satu luka memar pada bagian tengah dada dan dua luka lecet pada bahu kanan.

Pemeriksaan juga menemukan tiga luka memar di lengan atas kanan, satu luka memar pada lipatan siku kanan, serta satu luka lecet tekan di bagian belakang siku kiri.

Di bagian bawah tubuh korban, ditemukan satu luka memar pada panggul kiri, tiga luka memar pada paha kanan, jaringan sikatrik dan satu luka memar pada paha kiri, serta luka memar dan lecet yang membentang dari betis hingga pergelangan kaki kanan.

"Serta dua luka memar pada pergelangan kaki kiri sisi dalam," ujar Welliwanto.

Tak hanya melakukan visum luar, tim dokter forensik juga melaksanakan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Dari hasil pemeriksaan organ dalam, ditemukan resapan darah dan memar pada kepala, pembengkakan berat pada otak, serta pelebaran pembuluh darah pada selaput otak.

"Jadi penyebab utama kematian korban AS adalah akibat trauma tumpul pada kepala bagian belakang," ungkap Welliwanto.

Menurutnya, cedera berat tersebut memicu pembengkakan otak yang kemudian menekan pusat pernapasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

"Cedera fatal ini menyebabkan pembengkakan pada otak yang menekan pusat pernapasan, hingga akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

Baca Juga: Pelaku 26 Kasus Kekerasan Seksual Anak di Konawe Selatan dalam Lima Bulan Didominasi Orang Terdekat

Sebelumnya, peristiwa tersebut terungkap setelah sejumlah warga melihat kondisi jasad korban dalam keadaan mengenaskan.

AS ditemukan meninggal dunia di rumahnya di BTN Rezky Blok G Nomor 8, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konsel pada Sabtu (30/5/2026) subuh sekitar pukul 04.00 Wita.

Saat ditemukan, kondisi AS mengalami luka memar dan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.

Dari hasil pemeriksaan awal, IS mengakui sempat memukul korban pada bagian wajah dan menginjak tubuh korban sehari sebelum korban ditemukan tidak bernyawa. (C)

Penulis: Gusti Kahar

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga