Hubungan Ranjang Tidak Sehat Tingkatkan Risiko Kanker Mr P, Begini Penjelasanya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 05 Juni 2026
0 dilihat
Hubungan Ranjang Tidak Sehat Tingkatkan Risiko Kanker Mr P, Begini Penjelasanya
Hubungan ranjang tidak sehat dan infeksi HPV diketahui meningkatkan risiko kanker penis pada pria. Foto: Repro iStockphoto

" Hubungan seksual yang tidak aman, kebersihan organ intim yang kurang terjaga, serta infeksi tertentu menjadi faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker penis pada pria "

JAKARTA, TELISIK.ID - Hubungan seksual yang tidak aman, kebersihan organ intim yang kurang terjaga, serta infeksi tertentu menjadi faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker penis pada pria.

Kanker penis merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada jaringan penis (Mr P). Kondisi ini bermula ketika sel-sel sehat berkembang secara tidak terkendali hingga membentuk tumor yang berpotensi menyebar ke bagian tubuh lain, termasuk kelenjar getah bening.

Meski tergolong sebagai jenis kanker yang relatif jarang ditemukan, kondisi ini tetap perlu mendapat perhatian. Pasalnya, gejala awal kanker penis kerap menyerupai gangguan kulit atau infeksi ringan sehingga sering diabaikan oleh penderitanya.

Selain faktor usia dan kebersihan organ intim, pola hubungan seksual yang tidak sehat juga masuk dalam kelompok faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Pria yang sering berganti pasangan seksual atau memiliki penyakit menular seksual yang tidak ditangani dengan baik diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker penis.

Faktor Risiko Kanker Penis

Melansir dari laman Halodoc, Jumat (5/6/2026), hingga kini, penyebab pasti kanker penis belum diketahui secara jelas. Namun, sejumlah faktor telah diidentifikasi berkaitan dengan peningkatan risiko terjadinya penyakit tersebut.

Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan kanker penis adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV). Virus ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual dan berpotensi menyebabkan perubahan pada sel-sel jaringan penis.

Selain itu, pria yang tidak disunat juga memiliki risiko lebih tinggi. Kondisi ini berkaitan dengan kemungkinan menumpuknya urine dan kotoran di bawah kulup penis yang dapat memicu iritasi apabila tidak dibersihkan secara rutin.

Baca Juga: Tak Boleh Tidur Usai Melahirkan, Begini Fakta Medis di Baliknya

Beberapa faktor lain yang juga diketahui dapat meningkatkan risiko kanker penis meliputi:

- Berusia di atas 60 tahun.

- Tidak menjaga kebersihan organ intim dengan baik.

- Merokok aktif.

- Sering berganti pasangan seksual.

- Mengalami penyakit menular seksual yang tidak ditangani.

- Menderita fimosis atau kulup yang sulit ditarik ke belakang.

- Pernah menjalani terapi psoriasis menggunakan psoralen dan fototerapi.

- Tidak menjalani sunat.

- Tinggal di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

Jenis Kanker Penis yang Perlu Diketahui

Kanker penis terdiri atas beberapa jenis. Jenis yang paling umum adalah kanker penis skuamosa yang berkembang pada sel-sel permukaan kulit penis. Jenis ini mencakup sebagian besar kasus yang ditemukan pada pasien.

Selain itu terdapat karsinoma in situ (CIS), yaitu kanker yang masih terbatas pada lapisan kulit dan belum menyebar ke jaringan yang lebih dalam. Ada pula adenokarsinoma yang berasal dari sel penghasil keringat serta melanoma penis yang berkembang dari sel pembentuk pigmen kulit.

Masing-masing jenis memiliki karakteristik berbeda dan memerlukan penanganan medis sesuai tingkat keparahan serta penyebarannya.

Gejala yang Sering Muncul

Gejala kanker penis dapat muncul secara bertahap. Pada tahap awal, penderita dapat mengalami rasa gatal, ruam, munculnya benjolan, atau luka yang tidak kunjung sembuh pada area penis.

Sebagian penderita juga mengalami penumpukan smegma berlebihan serta pembengkakan pada bagian kulup. Kondisi tersebut sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan ringan sehingga pemeriksaan medis terlambat dilakukan.

Baca Juga: Masa Subur Muncul Gejala Nyeri Payudara, Begini Penjelasan Medisnya

Ketika penyakit berkembang lebih lanjut, penderita dapat mengalami perdarahan, terutama saat ereksi atau berhubungan seksual. Jika penyebaran telah mencapai saluran kemih, gejala lain yang dapat muncul antara lain nyeri saat buang air kecil, kebocoran urine, hingga adanya darah dalam urine.

Pada stadium lanjut, kanker penis dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, luka bernanah pada penis, penurunan berat badan, serta gangguan pada organ tubuh lainnya akibat penyebaran sel kanker.

Karena gejalanya sering menyerupai infeksi atau gangguan kulit biasa, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter apabila menemukan perubahan pada organ intim yang tidak kunjung membaik. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mencegah komplikasi yang lebih serius.Lead 25 kata:

Hubungan seksual berisiko, infeksi HPV, dan kurangnya kebersihan organ intim menjadi sejumlah faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker penis pada pria. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga