adplus-dvertising

HUT ke-77 RI, NTT Klaim Angka Kemiskinan Turun

Berto Davids, telisik indonesia
Senin, 15 Agustus 2022
319 dilihat
HUT ke-77 RI, NTT Klaim Angka Kemiskinan Turun
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat membacakan pidato Gubernur NTT jelang HUT ke-77 RI. Foto: Ist

" Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengklaim pertumbuhan angka kemiskinan terus mengalami penurunan "

KUPANG, TELISIK.ID - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengklaim pertumbuhan angka kemiskinan terus mengalami penurunan.

Hal tersebut didasari dengan kerja keras dan kerja bersama yang telah membuahkan ekonomi yang membanggakan.

"Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II tahun 2022 mencapai 3,01 persen lebih tinggi dari triwulan I sebesar 1.62 persen," kata Wagub NTT, Josef Nae Soi saat membacakan pidato Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam rangka memperingati HUT ke-77 RI di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT, Senin (15/8/2022).


Sedangkan angka kemiskinan di NTT, jelas Josef Nae Soi, terus mengalami penurunan. Pada Maret 2022 angka kemiskinan turun lagi sebesar 0.94 persen atau setara 14.000 lebih orang, sehingga angka kemiskinan kini menjadi 20,5 persen.

Saat ini lanjut Josef, NTT tercatat sebagai salah satu dari 10 provinsi di Indonesia dengan penurunan angka kemiskinan tertinggi selama periode September 2021 sampai Maret 2022. Karena itu, dirinya mengajak semua masyarakat untuk fokus melawan musuh endemik.

"Melalui perayaan Kemerdekaan ini saya mengajak kita untuk lebih fokus melawan musuh endemik yang selama ini membelenggu kita, yakni kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan dengan memanfaatkan segala kekayaan sumber daya yang kita miliki,” tegas Josef Nae Soi.

Baca Juga: Camat di Buton Utara Diduga Lakukan Pungli, Modus Sumbangan 17 Agustus

Untuk itu sambung dia, pihaknya sudah mempersiapkan pariwisata dengan dukungan peternakan, pertanian, perikanan dan produksi kelautan.

"Kita persiapkan berbagai produk kerajinan, kita dukung industri kecil dan makro penghasil produk-produk NTT yang menjangkau pasar regional, nasional maupun internasional," tuturnya.

Sementara itu Kepala BPS NTT, Matamira B Kale mengatakan, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 23,36 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, kata Matamira, komponen ekspor mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 51,73 persen.

Apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya ekonomi NTT pada triwulan II-2022 tumbuh sebesar 6,22 persen. Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 14,61 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 44,94 persen.

Baca Juga: Honor Panitia Pilkades di Buton Utara Belum Dibayar Semua

Perekonomian NTT pada semester I 2022 tumbuh sebesar 2,45 persen (c-to-c). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 24,57 persen.

"Sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen ekspor mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 41,99 persen," ujarnya.

Struktur Ekonomi NTT pada triwulan II 2022 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi sebesar 30,32 persen.

"Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yaitu sebesar 70,66 persen" katanya. (B)

Penulis: Berto Davids

Editor: Kardin

Baca Juga