KENDARI, TELISIK.ID - Tanggung jawab menjadi anak sulung tidaklah mudah. Mereka selalu dituntut untuk menjadi yang terbaik dari anak-anak setelahnya. Mereka bertanggung jawab untuk membantu orang tua dalam memberikan pengawasan dan pendidikan bagi adik-adiknya.

Anak sulung juga adalah saksi dari perjuangan orang tua. Mereka sangat memahami kesulitan yang dialami oleh orang tua. Sehingga hal ini menuntut mereka untuk terus bersikap tenang, dewasa dan terbiasa memikirkan masa depan keluarga.

Inilah yang dirasakan oleh Umy Khoirunnisa'a, gadis asal Kota Kendari, yang sehari-hari bekerja sebagai guru di SMP Hidayatullah, juga aktif sebagai guru privat yang mengajar di bidang IPA dan Tahfidzul Qur'an.

Sejak pandemi, penghasilan sang ayah yang hanya seorang pedagang es keliling, semakin memprihatinkan. Keadaan ekonomi keluarganya yang kian memburuk, membuat gadis ini bertekad harus mengerahkan segala kampuannya agar bisa membantu meringankan beban orang tuanya.

"Sekarang ini penghasilan orang tua sangat minim, dan saya masih punya 4 orang adik. Dua orang adik saya sekolah di pesantren.  Dan kita tahu sendiri, di pesantren itu butuh banyak biaya. Uang makan, SPP dan sebagainya. Jadi, bagaimana caranya, ya saya yang harus menggantikan posisi ayah saya," ujar Umy, Kamis (4/11/2021).