Ini Bagian Otak Paling Sensitif dengan Rangsangan Hubungan Intim
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 29 Agustus 2025
0 dilihat
Pasangan dapat mengenali bagian otak paling sensitif saat berhubungan intim. Foto: Repro Pixabay
" Pasangan dapat memahami bagian otak yang paling sensitif terhadap hubungan intim "

KENDARI, TELISIK.ID - Pasangan dapat memahami bagian otak yang paling sensitif terhadap hubungan intim, karena aktivitas seksual terbukti memengaruhi sistem saraf, emosi, hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Berhubungan intim dikenal mampu memberikan kebahagiaan emosional, mengurangi stres, dan menjaga kesehatan jantung. Penelitian medis menunjukkan bahwa kegiatan seksual tidak hanya berdampak pada organ reproduksi, melainkan juga pada cara kerja otak serta pelepasan hormon yang terlibat dalam sistem penghargaan tubuh.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Health and Social Behavior tahun 2016 menemukan bahwa wanita yang merasakan hubungan seksual memuaskan dapat memiliki risiko lebih rendah terhadap tekanan darah tinggi.
Hal ini dikaitkan dengan aktivitas hormon yang bekerja di otak serta pengaruhnya terhadap tubuh.
Selain itu, banyak penelitian menekankan bahwa efek hubungan intim terhadap tubuh berhubungan erat dengan aktivitas otak.
Otak memegang peran penting dalam mengatur rangsangan seksual, rasa senang, hingga pelepasan hormon tertentu yang memengaruhi suasana hati.
Aktivitas Otak dan Rangsangan Seksual
Rangsangan seksual baik pada pria maupun wanita terbukti mengaktifkan jaringan otak yang berhubungan dengan rasa sakit, emosi, hingga pusat penghargaan.
Studi tahun 2005 dari University Medical Center Groningen, Belanda, menggunakan pemindaian otak untuk memantau aliran darah pria saat menerima rangsangan dari pasangannya.
Baca Juga: Telan Sperma saat Mens Bisa Hamil, Begini Fakta Medisnya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangsangan pada penis meningkatkan aliran darah ke insula posterior dan korteks somatosensori sekunder di belahan kanan otak.
Sementara itu, aktivitas amigdala kanan justru menurun. Insula berperan penting dalam memproses emosi serta rasa sakit, sedangkan korteks somatosensori sekunder berfungsi mengatur sensasi tubuh.
Amigdala sendiri dikenal berperan dalam pengaturan emosi, dan gangguan aktivitasnya dikaitkan dengan kecemasan.
Penelitian lain menunjukkan bahwa pada saat ejakulasi, terjadi peningkatan aliran darah menuju otak kecil. Bagian ini berperan penting dalam memproses emosi dan turut berhubungan dengan pusat penghargaan otak.
Aktivasi otak kecil tersebut dikaitkan dengan perasaan senang yang mirip ketika seseorang melakukan aktivitas menyenangkan lainnya.
Peran Hormon dalam Aktivitas Seksual
Melansir Gridhealth, Jumat (29/8/2025), selain melibatkan jaringan otak tertentu, hubungan intim juga memicu pelepasan hormon yang sangat memengaruhi suasana hati dan ikatan emosional.
Hormon yang paling banyak terlibat adalah oksitosin, yang dikenal sebagai “hormon pelukan.”
Oksitosin dilepaskan oleh hipotalamus dalam jumlah besar ketika seseorang berhubungan seksual, menyusui, atau bahkan melahirkan.
Hormon ini berperan penting dalam menciptakan rasa ikatan emosional yang kuat antara pasangan. Selain oksitosin, hormon dopamin juga aktif dan meningkatkan rasa bahagia.
Para peneliti di Harvard University pada tahun 2017 menegaskan bahwa reaksi kimia di otak akibat hubungan intim sangat kuat dan mampu memberikan efek langsung pada suasana hati.
Hal ini menjelaskan mengapa hubungan seksual berulang kali dikaitkan dengan peningkatan psikologis, relaksasi, serta pengurangan stres.
Bagian Otak yang Paling Sensitif dengan Hubungan Intim
Berdasarkan sejumlah penelitian, berikut adalah bagian otak yang paling sensitif dan berperan besar dalam hubungan intim:
1. Insula Posterior – memproses emosi, rasa sakit, dan sensasi panas.
2. Korteks Somatosensori Sekunder – mengkodekan sensasi tubuh, termasuk rasa nyeri dan sentuhan.
3. Amigdala – berperan dalam pengaturan emosi, meski aktivitasnya menurun saat rangsangan seksual.
4. Otak Kecil (Cerebellum) – mengatur emosi dan terhubung dengan sistem penghargaan, aktif saat ejakulasi.
Baca Juga: 5 Alasan Miss V Remaja Hitam, Begini Cara Tangkalnya
5. Hipotalamus – memicu pelepasan hormon oksitosin yang menciptakan rasa ikatan emosional.
Hubungan Intim dan Kesehatan
Hubungan intim yang sehat dan memuaskan tidak hanya memberikan kebahagiaan emosional, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Aktivitas ini mampu menurunkan tingkat stres, menjaga tekanan darah, meningkatkan ikatan emosional antar pasangan, hingga memperbaiki kualitas tidur.
Dengan memahami bagian otak yang berperan dalam hubungan intim, pasangan dapat lebih sadar mengenai pentingnya kesehatan otak dan emosi dalam menjaga kualitas hubungan.
Seks bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga melibatkan aspek neurologis dan hormonal yang kompleks. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS