Jalan Masuk Pelabuhan Panggulubelo Wakatobi Dipenuhi Lubang, Anggaran Perbaikan Tunggu dari Pusat

Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Rabu, 02 September 2026
0 dilihat
Jalan Masuk Pelabuhan Panggulubelo Wakatobi Dipenuhi Lubang, Anggaran Perbaikan Tunggu dari Pusat
Jalan akses masuk Pelabuhan Panggulubelo Wakatobi yang rusak dan dipenuhi lubang. Foto: Zulkifli/Telisik

" Kondisi jalan akses masuk Pelabuhan Panggulubelo, Kabupaten Wakatobi, yang rusak dan dipenuhi lubang kembali menjadi sorotan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan pungutan yang harus dibayarkan pengguna jasa pelabuhan "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Kondisi jalan akses masuk Pelabuhan Panggulubelo, Kabupaten Wakatobi, yang rusak dan dipenuhi lubang kembali menjadi sorotan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai belum sebanding dengan pungutan yang harus dibayarkan pengguna jasa pelabuhan.

Menanggapi kondisi tersebut, Staf Operasional Kesyahbandaran Kelas II Wanci, Rahman, mengatakan perbaikan jalan telah lama diajukan kepada pimpinan di pusat. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan berharap perbaikan segera direalisasikan.

“Alhamdulillah hasil koordinasi kami dengan pimpinan di pusat, semoga dalam waktu dekat ini kami akan melakukan perbaikan,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Namun, perbaikan masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat. Menurutnya, pengajuan perbaikan jalan tersebut telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Ketua DPRD Muna Sepakat Pengisian BBM Gunakan Barcode, Isi Pertalite Dibatasi Rp 100 Ribu

“Ini kami jujur, sudah bertahun-tahun kami mengajukan. Bukan hanya bilang nanti ada kritikan atau saran masukan dari teman-teman. Tapi sudah lama kami ajukan ini,” tutur Rahman.

Di sisi lain, masyarakat kembali menyoroti pungutan karcis yang harus dibayarkan lebih dari sekali saat mengakses Pelabuhan Panggulubelo.

Pungutan pertama dikenakan ketika memasuki gerbang depan pelabuhan. Selanjutnya, pengantar atau penjemput yang hendak masuk hingga ke area terminal atau ruang tunggu kembali dikenakan pungutan.

Rahman juga memaparkan, penarikan retribusi tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Rahman menjelaskan bahwa Pelabuhan Panggulubelo tergolong pelabuhan yang tidak diusahakan, sehingga pengelolaan retribusi dilakukan langsung oleh otoritas pelabuhan, bukan oleh Badan Usaha Pelabuhan atau Pelindo seperti pelabuhan lainnya.

“Kalau pelabuhan besar seperti Kendari atau Baubau, itu sudah dikelola Pelindo. Di sini tidak. Kami mencari PNBP sendiri sesuai regulasi yang ada,” katanya.

Petugas Lalu Lintas Kesyahbandaran Kelas II Wanci, Yoko, mengatakan pungutan tersebut berkaitan dengan akses fasilitas yang berbeda.

Untuk sepeda motor dikenakan karcis Rp 3.500 per kendaraan, sedangkan orang yang masuk ke area terminal dikenakan Rp 2.500 per orang.

“Makanya, kenapa dimintain dua kali, karena ini untuk masuk di pos 1, hanya sampai di parkiran saja. Tidak sampai di ruang tunggu terminal itu,” jelasnya.

Sementara penumpang kapal Pelni tidak lagi membayar pungutan masuk terminal karena biaya tersebut telah termasuk dalam tiket kapal.

Berdasarkan PP Nomor 15 Tahun 2016, berikut adalah rincian tarif pelayanan terminal penumpang dan pas kendaraan di Pelabuhan Kelas II Wanci:

Baca Juga: 3 Sosok Pemeran Link Video Paling Diburu Usai Kasir Indomaret Lylia Viral, Ada Yank Uwes Yank hingga Azka Coolmax Durian

1. Terminal dan Pas Orang

* Penumpang: Rp 2.500 /orang

* Pengantar/Penjemput: Rp 2.500 /orang

* Pas Orang Kelas II: Rp 2.500

2. Pas Kendaraan (Harian/Tidak Tetap)

* Trailer/Truk Gandengan: Rp 6.000 /unit

* Truk/Bus Besar: Rp 5.500 /unit

* Pick up/Mini Bus/Sedan/Jeep: Rp 4.500 /unit

* Sepeda Motor: Rp 3.500 /unit

* Gerobak/Sepeda: Rp 1.500 /unit

Terkait hal tersebut, aktivis Wakatobi, Kardin, menyampaikan harapannya agar perbaikan segera dilakukan, sehingga tercipta keseimbangan antara apa yang dibayarkan masyarakat dengan fasilitas yang diterima.

“Kami berharap perbaikan ini segera diwujudkan. Harapannya, tercipta keseimbangan antara biaya yang dibayarkan dan fasilitas yang diterima masyarakat,” harap Kardin.

Pihak pelabuhan berkomitmen perbaikan fasilitas dapat segera dilakukan sehingga kondisi akses masuk menjadi lebih baik dan pelayanan kepada masyarakat pengguna pelabuhan dapat meningkat. (A)

Penulis: Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga