PT Vale Turun ke Pesisir Luwu Timur Tanam Mangrove dan Transplantasi 200 Lamun
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 02 September 2026
0 dilihat
Peserta bersama relawan menanam bibit mangrove di kawasan pesisir Mangkasa Point, Desa Harapan, Luwu Timur, dalam kegiatan konservasi lingkungan PT Vale Indonesia bersama sejumlah pihak. Foto: Ist.
" PT Vale Indonesia bersama Universitas Hasanuddin, komunitas, aktivis lingkungan, dan relawan memperkuat konservasi pesisir Luwu Timur melalui rehabilitasi mangrove, lamun, serta bersih pantai "

LUWU TIMUR, TELISIK.ID - PT Vale Indonesia bersama Universitas Hasanuddin, komunitas, aktivis lingkungan, dan relawan memperkuat konservasi pesisir Luwu Timur melalui rehabilitasi mangrove, lamun, serta bersih pantai.
Ekosistem pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, melindungi garis pantai, menopang kehidupan masyarakat, serta menyerap dan menyimpan karbon. Karena itu, perlindungan dan rehabilitasi ekosistem pesisir membutuhkan upaya berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak.
Upaya tersebut dilakukan PT Vale Indonesia Tbk atau PT Vale, bagian dari Mining Industry Indonesia atau MIND ID, bersama Universitas Hasanuddin, Sorowako Diving Club, aktivis lingkungan, dan relawan di kawasan Mangkasa Point, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional itu diikuti sekitar 50 peserta. Mereka terbagi dalam tiga kegiatan utama, yakni penanaman mangrove, transplantasi lamun, dan aksi bersih pantai.
Turut hadir Head of External Relations PT Vale Indonesia Growth Project Sorowako Limonite atau IGP Sorlim, Yusri Yunus; Head of Sorowako Limonite Project, Suharpiyu Wijaya; serta Manager Social Development Program Sorowako dan SOA, Ardian Alhadath.
Baca Juga: PT Vale Siapkan Kelas Konservasi Cetak Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur
Yusri Yunus mengatakan, pelestarian lingkungan merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan. Menurut dia, menjaga keseimbangan ekosistem, termasuk kawasan pesisir, membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar langkah yang kita lakukan hari ini memberikan dampak nyata bagi masa depan,” ujar Yusri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2026).
Ia mengatakan penanaman mangrove dan transplantasi lamun menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan meningkatkan ketahanan lingkungan pesisir.
“Hari ini kita sudah menanam harapan untuk masa depan. Mari bersama-sama menjaga dan menyebarluaskan semangat konservasi ini agar apa yang kita lakukan tidak berhenti di sini, melainkan terus diwariskan kepada anak cucu kita,” tambahnya.
Sementara itu, Suharpiyu Wijaya mengatakan aspek keberlanjutan menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan proyek PT Vale, termasuk IGP Sorlim.
“Kami ingin menghadirkan program keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata dan dapat terus berkembang melalui dukungan seluruh pihak,” kata Suharpiyu.
Tanam 50 Mangrove dan Transplantasi 200 Lamun
Dalam kegiatan konservasi di Mangkasa Point, peserta menanam 50 bibit mangrove jenis Avicennia atau api-api di kawasan pesisir.
Jenis mangrove tersebut dipilih karena mampu beradaptasi dengan kondisi pesisir. Mangrove juga memiliki sistem perakaran yang membantu menahan abrasi serta menjadi habitat bagi berbagai biota.
Selain mangrove, peserta melakukan transplantasi 200 lamun jenis Enhalus acoroides pada kawasan perairan yang menjadi habitat berbagai organisme laut.
Lamun memiliki fungsi ekologis sebagai tempat mencari makan, berlindung, dan berkembang biak bagi sejumlah spesies ikan serta biota pesisir. Ekosistem lamun juga berperan dalam penyerapan dan penyimpanan karbon biru atau blue carbon.
Pelaksanaan penanaman mangrove dan transplantasi lamun dilakukan berdasarkan kajian teknis bersama Universitas Hasanuddin. Kajian tersebut mencakup kesesuaian lokasi dan kondisi lingkungan untuk meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi.
St. Firjatih Widhah dari tim Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin mengatakan, ekosistem lamun masih relatif kurang dikenal dibandingkan ekosistem pesisir lainnya.
“Secara global, perhatian terhadap konservasi lamun masih relatif rendah. Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar dan berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.
Menurut dia, transplantasi lamun di Mangkasa Point tidak hanya ditujukan untuk menambah luasan lamun, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir.
Baca Juga: HUT Ke-58 PT Vale, Hilirisasi Nikel dan Program Keberlanjutan di Morowali Terus Diperkuat
“Kami mengapresiasi PT Vale yang bersedia mengambil peran dalam restorasi lamun. Upaya ini bukanlah pekerjaan yang mudah,” katanya.
Setelah dilakukan pengukuran parameter lingkungan, pihaknya berharap lamun yang ditransplantasikan di perairan Mangkasa Point dapat tumbuh dan berkembang sehingga memberikan manfaat bagi ekosistem pesisir.
Selain penanaman dan transplantasi, para relawan juga melakukan pembersihan kawasan pantai. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai unsur yang turut mengambil bagian dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Inisiatif konservasi di Mangkasa Point melengkapi sejumlah program lingkungan yang telah dijalankan PT Vale bersama pemangku kepentingan di Desa Pasi-Pasi dan wilayah sekitarnya.
Melalui kegiatan tersebut, rehabilitasi pesisir dilakukan bersamaan dengan upaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PT Vale berharap mangrove dan lamun yang direhabilitasi dapat tumbuh serta menjalankan fungsi ekologisnya. Pemantauan dan kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program konservasi tersebut. (D-Adv)
Penulis: Ahmad Jaelani
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS