Jenjang Karir Aktor Kawakan Ray Sahetapy Tutup Usia di 68 Tahun

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 02 April 2025
0 dilihat
Jenjang Karir Aktor Kawakan Ray Sahetapy Tutup Usia di 68 Tahun
Aktor berbakat, Ray Sahetapy, meninggalkan jejak mendalam dalam dunia perfilman Indonesia. Foto: Instagram@raysahetapy

" Dunia perfilman Indonesia berduka atas kepergian aktor senior Ferenc Raymon Sahetapy atau Ray Sahetapy yang meninggal dunia di usia 68 tahun "

JAKARTA, TELISIK.ID - Dunia perfilman Indonesia berduka atas kepergian aktor senior Ferenc Raymon Sahetapy atau Ray Sahetapy yang meninggal dunia di usia 68 tahun.

Kabar duka ini disampaikan oleh putranya, Surya Sahetapy, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Selasa (1/4/2025) malam.

Kepergian Ray menjadi kehilangan besar bagi dunia perfilman nasional, mengingat kiprahnya yang panjang dan kontribusinya dalam industri film Indonesia.

Melansir Tribunnews, Rabu (2/4/2025), Ray Sahetapy lahir pada 1 Januari 1957 dan dikenal sebagai aktor kawakan yang sering memerankan karakter kompleks dengan kedalaman emosional yang kuat.

Sepanjang kariernya, ia membintangi berbagai film terkenal, termasuk Ponirah Terpidana (1983), Tatkala Mimpi Berakhir (1987), dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).

Selain itu, ia juga tercatat sebagai aktor dengan jumlah nominasi terbanyak dalam kategori Aktor Terbaik di Festival Film Indonesia, yaitu sebanyak enam kali, meskipun belum pernah memenangkan penghargaan tersebut.

Baca Juga: Perankan Sosok Mertua Selingkuh dengan Menantu, Ekspresi Wulan Guritno Bikin Gagal Fokus

Ray menghabiskan masa kecilnya di Panti Asuhan Yatim Warga Indonesia, Surabaya. Sejak remaja, ia bercita-cita menjadi aktor, sehingga melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta pada 1977.

Selama berkuliah, ia satu angkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok. Pada 16 Juni 1981, ia menikah dengan Dewi Yull, meskipun hubungan mereka sempat ditentang oleh keluarga Dewi karena perbedaan agama. Ray akhirnya memutuskan menjadi mualaf pada 1992.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat anak, yaitu Giscka Putri Agustina Sahetapy (1982—2010), Rama Putra Sahetapy (1992), Surya Sahetapy (1994), dan Muhammad Raya Sahetapy (2000).

Namun, rumah tangga mereka berakhir pada 24 Agustus 2004, setelah Dewi menggugat cerai Ray. Tidak lama setelah itu, Ray menikah dengan Sri Respatini Kusumastuti, seorang dosen seni pertunjukan yang juga pengusaha di bidang kuliner.

Film perdana Ray dirilis pada 1980 dengan judul Gadis, yang disutradarai oleh Nya' Abbas Akup. Dalam film tersebut, ia beradu peran dengan Dewi Yull yang kemudian menjadi istrinya. Pada 1988, Ray meraih nominasi Aktor Terbaik dalam Festival Film Indonesia berkat perannya dalam Noesa Penida.

Selain itu, ia juga mendapatkan enam nominasi lainnya melalui film Ponirah Terpidana (1984), Secangkir Kopi Pahit (1985), Kerikil-Kerikil Tajam (1985), Opera Jakarta (1986), Tatkala Mimpi Berakhir (1988), dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).

Selain berkarier di dunia akting, Ray juga dikenal sebagai pemimpin organisasi Perhimpunan Seniman Nusantara. Ia sempat menuai kontroversi pada 2006 karena mengusulkan perubahan nama Republik Indonesia menjadi Republik Nusantara.

Di tahun yang sama, ia terpilih sebagai salah satu ketua dalam Kongres PARFI. Sebelum meninggal dunia, Ray diketahui mengalami sakit dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi kesehatannya menjadi perhatian publik setelah putranya, Rama Sahetapy, mengunggah foto bersama sang ayah dan meminta doa untuk kesembuhannya.

Saat itu, keluarga tidak menjelaskan secara rinci penyakit yang diderita Ray, sehingga memunculkan berbagai spekulasi. Namun, akhirnya Rama mengungkapkan bahwa sang ayah tengah berjuang melawan stroke.

“Halo semua, terima kasih atas doanya untuk kesembuhan Ayah,” tulis Rama Sahetapy dalam unggahan Instagram-nya pada Selasa (1/4/2025).

Baca Juga: Profil dan Pendidikan Aktris Lutesha: Di Tengah Jadwal Padat Ikut Aksi Tolak Revisi UU TNI

“Karena banyak kabar yang simpang siur dan pertanyaan terkait kondisi Ayah, aku dan keluarga mau menginfokan kalau bulan lalu Ayah terkena serangan stroke yang mengharuskan untuk istirahat total,” tambahnya.

Sejak saat itu, Ray menjalani perawatan dengan didampingi keluarga terdekat.

“Saat ini Ayah sedang dirawat oleh aku, Merdi, dan keluarganya Ayah. Mohon doanya supaya Ayah bisa cepat sembuh,” ujar Rama.

Ray Sahetapy meninggalkan warisan besar bagi perfilman Indonesia. Kepergiannya menjadi kehilangan yang mendalam bagi industri seni peran di tanah air. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

TAG:
Baca Juga