adplus-dvertising

JNE Diboikot Hingga Tranding di Twitter, Ini Penyebabnya

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Sabtu, 12 Desember 2020
7089 dilihat
JNE Diboikot Hingga Tranding di Twitter, Ini Penyebabnya
Petugas kantor JNE sedang menerima paket dari salahsatu pelanggan. Foto: Repro Tribunnews.com

" JNE sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik bersifat netral merangkul semua golongan dan tidak memandang latar belakang agama, suka, ras, dan pandangan politik sebagaimana JNE memfasilitasi seluruh kegiatan untuk mendukung 50 ribu karyawan di seluruh nusantara yang juga dari berbagai latar belakang, suku, ras, serta agama. "

KENDARI, TELISIK.ID - Boikot JNE menjadi trending topik di media sosial media khususnyaTwitter.

Netizen ramai-ramai menyerukan gerakan untuk berhenti menggunakan jasa JNE.

Ternyata tagar ini bermula dari postingan ucapan ulang tahun yang ke-30 untuk JNE dari Ustadz Haikal Hassan.


"Alhamdulillah di #jumatberkah hari ini JNE mendapat ucapan dari Ustadz Haikal Hasan. Terima kasih atas doa-doa penyemangatnya, Ustadz. Aamiin ya Rabbal alamin...," tulis JNE di Twitter beberapa waktu lalu.

Alhasil postingan tersebut memancing netizen mengaitkan JNE dengan istilah KADRUN dan menuding JNE mendukung Ustadz Haikal Hasan.

Sayangnya, postingan tersebut hilang setelah ramai di retweet oleh pengguna Twitter.

Baca juga: Tepati Janji, Habib Rizieq Shihab Akhirnya Tiba di Markas Polda Metro Jaya

Menanggapi hebohnya tagar Boikot JNE, Head of Media Relations Dept JNE Hendrianida Primanti memberikan beberapa pernyataan.

Dia menjelaskan, JNE mempunyai nilai-nilai spiritual seperti kebiasaan memberi, menyantuni dan menyayangi kepada anak yatim, fakir miskin, tuna netra, janda tidak mampu dan kaum dhuafa lainnya.

“JNE sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik bersifat netral merangkul semua golongan dan tidak memandang latar belakang agama, suka, ras, dan pandangan politik sebagaimana JNE memfasilitasi seluruh kegiatan untuk mendukung 50 ribu karyawan di seluruh nusantara yang juga dari berbagai latar belakang, suku, ras, serta agama,” kata dia dikutip Okezone.com, Sabtu (12/12/2020).

Dia pun menegaskan bahwa video-video yang JNE post di sosial media adalah ucapan selamat ulang tahun yang ke 30.

“JNE menerima ucapan selamat ulang tahun dari pihak manapun dan merupakan sepenuhnya ucapan dari tokoh publik kepada perusahaan kami, sehingga tagline ‘Bahagia Bersama’ dapat bermakna mengantarkan kebahagiaan ke seluruh Indonesia dan memberikan manfaat terhadap bangsa mau pun negara,” terangnya.

Berdasarkan pantauan, Sabtu (12/12/2020), sudah ada 20.700 cuitan yang mengunggah tagar #BoikotJNE. Tagar yang mulai muncul sejak kemarin malam, masih ramai diperbincangkan di media sosial hingga hari ini.

Baca juga: Habib Rizieq Shihab Hari Ini Rencana Datangi Polda Metro Jaya

Banyak netizen yang menunjukkan aksi boikot dengan beragam cara. Salah satunya dengan menyelesaikan transaksi e-commerce Harbolnas 12.12 dengan menggunakan jasa kurir lain.

Seperti yang dilakukan akun @fazsalim yang mengunggah cuitan: Mulai Hari ini, ganti jasa ah, masih banyak Jasa Kurir yg lain. Daripada dikasih kadrun yang merusak persatuan bangsa. #BoikotJNE #JNEKadrun.

Selain itu, akun @sabarwahid_in23 menuliskan: Sudah lamaaa gak pake JNE, kami fokus pake jasa di-dua ekspedisi sahaja, POS Indonesia dan J&T #BoikotJNE.

Menanggapi hal tersebut, akun Instagram resmi @jne_id mengunggah postingan yang isinya tetap memberikan layanan terbaik kepada seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang suku bangsa, dan agama.

"Kepada seluruh masyarakat dan customer setia. JNE menyampaikan bahwa kami merangkul semua warga Indonesia, dan berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, sebagaimana 50 ribu karyawan JNE di seluruh nusantara dari berbagai latar belakang, suku bangsa, dan agama yang terus bergotong royong mewujudkan semangat tagline Connecting Happiness kepada bangsa mau pun negara. #JNE #Connectinghappiness #30Tahunbahagiabersama #JNE30Tahun," tulis akun resmi JNE yang diunggah, Jumat (11/12/2020). (C)

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga