adplus-dvertising

Jokowi Beri Sinyal Pilih Capres Rambut Putih, Golkar Sebut Tak Semua Mikirin Rakyat

Try Wahyudi Ary Setyawan, telisik indonesia
Senin, 28 November 2022
342 dilihat
Jokowi Beri Sinyal Pilih Capres Rambut Putih, Golkar Sebut Tak Semua Mikirin Rakyat
Ketua Golkar Jawa Timur Muhammad Sarmuji, menanggapi pernyataan Presiden Jokowi bahwa capres berambut putih lebih memikirkan rakyat. Foto: Ist.

" Ketua Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji angkat bicara terkait sinyal Presiden Jokowi mendukung calon presiden berrambut putih "

SURABAYA, TELISIK.ID - Ketua Golkar Jawa Timur, Muhammad Sarmuji angkat bicara terkait sinyal Presiden Jokowi mendukung calon presiden berrambut putih.

Menurut pria yang juga anggota DPR RI ini, substansi yang dilontarkan oleh Presiden Jokowi adalah mencari pemimpin yang memikirkan rakyat.

"Bahwa kemudian ada contohnya misalnya dahinya berkerut dan rambut putih, itu hanyalah sekedar contoh saja," jelasnya saat dikonfirmasi Senin (28/11/2022).


Sarmuji mengatakan, meski memberi contoh calon presiden berambut putih, namun tidak semua yang berambut putih akan memikirkan rakyat.

Baca Juga: Parpol Bereaksi Terhadap Tiga Rancangan Dapil KPU Kendari

"Tetangga saya rambutnya putih tapi tukang utang. Dahinya berkerut belum tentu memikirkan rakyat tapi memikirkan yang lain," ucapnya.

Artinya, lanjut Sarmuji, dalam menerjemahkan pernyataan Presiden Jokowi tersebut, idealnya ditangkap substansinya saja.

"Substansi yang diinginkan Pak Jokowi coba cari pemimpin yang mau turun ke bawah dan mau merasakan denyut nadi pikiran rakyat. Kalau tanda-tanda wajah banyak, misalnya Airlangga Hartarto banyak tanda wajahnya sampai pelupuk matanya menghitam karena kebanyakan memikirkan rakyat," jelasnya.

Sinyal pernyataan Presiden Jokowi tersebut, lanjut Sarmuji, pihaknya tidak hanya fokus pada rambut putih saja.

"Pak Jokowi menyebut dua hal dalam pernyataannya. Misalnya yang berkerut wajahnya. Saya mencari-cari pemimpin yang pas pernyataan itu ternyata ada di Pak Airlangga Hartarto (ketum Partai Golkar)," jelasnya.

Sarmuji yakin pernyataan Presiden Jokowi tersebut  yang melontarkan bola capres tersebut hanya untuk dimasukkan keranjang saja.

"Beberapa waktu lalu Pak Prabowo hanya dimasukkan keranjang. Saat di HUT Golkar juga Pak Airlangga Hartarto juga dimasukkan di keranjang. Dan sekarang pun jika rambut putih itu Pak Ganjar tentunya dimasukkan keranjang," jelasnya.

Dengan pernyataannya tersebut, kata Sarmuji, dirinya melihat Presiden Jokowi ingin menawarkan sejumlah orang untuk ditampilkan ke publik calon-calon yang benar-benar memikirkan rakyat.

Baca Juga: Perempuan Bangsa Tapal Kuda Ramai-Ramai Beri Dukungan untuk Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024

Presiden bertemu dengan ribuan relawannya dari kelompok Nusantara Bersatu beberapa hari lalu di Jakarta meminta agar relawannya memilih calon presiden yang memikirkan rakyatnya. Menurut Jokowi, tantangan ke depan bakal semakin berat akibat resesi global. Sehingga, presiden pada tahun 2024, menurut Jokowi, harus yang benar-benar mengerti kondisi rakyat.

"Konsekuensi ke depan pemimpin seperti apa yang kita cari? Hati-hati, saya titip hati-hati, pilih pemimpin yang ngerti yang dirasakan rakyat, pilih nanti di 2024 yang ngerti apa yang dirasakan oleh rakyat, setuju?" ujar Jokowi saat memberikan sambutan di GBK, Jakarta Pusat, Sabtu (26/11/2022).

Jokowi  lalu menyebut ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyat, memiliki banyak keriput pada wajahnya dan berambut putih. Menurut Jokowi, ciri-ciri itu diketahuinya karena sudah lama menjabat sebagai presiden.

"Kalau wajah cling (mulus) dan bersih, tidak ada kerutan di wajah, hati-hati. Lihat rambutnya, kalau putih semua, ini mikiran rakyat ini," katanya. (B)

Penulit: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Haerani Hambali

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga