adplus-dvertising

Jokowi Izinkan Warga Tak Pakai Masker di Luar Ruangan, COVID-19 Sudah Berakhir?

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Selasa, 17 Mei 2022
886 dilihat
Jokowi Izinkan Warga Tak Pakai Masker di Luar Ruangan, COVID-19 Sudah Berakhir?
Presiden Jokowi izinkan warga tak pakai masker di luar ruangan. Foto: rri.co.id

" Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker "

JAKARTA, TELISIK. ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk melonggarkan kebijakan penggunaan masker.

Melansir CNBCIndonesia.com, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah aspek. Hal tersebut ditegaskan Jokowi dalam konferensi pers terkait pelonggaran penggunaan masker di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/5/2022).

"Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker," kata Jokowi.


Jokowi mengemukakan, keputusan tersebut diambil sejalan dengan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia yang semakin terkendali dalam beberapa waktu terakhir.

"Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, maka diperbolehkan untuk tidak menggunakan masker," tegasnya.

Sebagai informasi dilansir Cnnindonesia.com, selama dua tahun terakhir pandemi COVID-19, penggunaan masker adalah salah satu protokol kesehatan wajib pencegahan penularan virus corona di Indonesia. Kewajiban penggunaan masker itu dilaksanakan pemerintah pusat sejak awal April 2020 silam. Mewajibkan masker diputuskan pemerintah berdasarkan anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kekinian, pemerintah disebutkan mulai mempersiapkan skenario penanganan COVID-19 di RI dari pandemi menjadi endemi. Salah satunya adalah mengizinkan pelaksanaan mudik lebaran 2022 setelah dua tahun sebelumnya dibatasi.

Baca Juga: 17 Mei Jadi Peringatan Hari Buku Nasional, Simak Sejarahnya

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyebutkan, Indonesia secara de facto sudah menuju ke endemi COVID-19.

Muhadjir mengatakan kondisi itu berdasarkan data COVID-19 di Indonesia. Di antaranya angka kasus aktif, positivity rate, tingkat okupansi rumah sakit, dan angka kematian yang rendah.

"Sekarang sudah ada tanda-tanda bukan tertinggi dari penyakit yang ada," ujar Muhadjir.

Baca Juga: PeduliLindungi Bakal Simpan Data Imunisasi Anak

Muhadjir menuturkan, transisi pandemi ke endemi ini dipertaruhkan setelah libur Idulfitri tahun ini. Menurutnya, jika pasca Idulfiri tidak ada penambahan kasus signifikan, maka COVID-19 di Indonesia akan segera menjadi endemi. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga