Keluarga Tak Terima Kematian Warga Binaan Rutan Kendari, Ini Kata Dokter dari Hasil Autopsi

Gusti Kahar, telisik indonesia
Rabu, 03 Juni 2026
0 dilihat
Keluarga Tak Terima Kematian Warga Binaan Rutan Kendari, Ini Kata Dokter dari Hasil Autopsi
Plh Rutan Kelas II-A Kendari, Lendra Pratama Kastian (kiri), dan Dokter Umum Klinik Rutan Kelas II-A, dr. Rachmad, saat diwawancara telisik.id perihal kematian Afrisal, Rabu (3/6/2026). Foto: Gusti Kahar/Telisik

" Hasil autopsi terhadap Afrisal (26) warga binaan permasyarakatan (WBP) Rutan Kelas II-A Kendari yang ditemukan meninggal di dalam kamar 4 Blok B, menunjukan tidak ada tanda-tanda unsur kekerasan "

KENDARI, TELISIK.ID - Hasil autopsi terhadap Afrisal (26) warga binaan permasyarakatan (WBP) Rutan Kelas II-A Kendari yang ditemukan meninggal di dalam kamar 4 Blok B, menunjukan tidak ada tanda-tanda unsur kekerasan.

Dokter Umum Klinik Rutan Kelas II-A Kendari, dr. Rachmad, memastikan hasil autposi di RS Bhayangkara atas kematian Afrisal tidak ditemukan adanya tindakan kekerasan.

“Hasil autopsinya itu untuk sementara, yang pertama bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan, tidak ada tanda-tanda penyakit kronik. Lalu hasil tes urine tidak ada penggunaan obat-obatan terlarang dan untuk sementara penyebab kematiannya itu diduga karena mati lemas,” jelas Rachmad saat ditemui telisik.id di kantor Rutan Kelas II-A Kendari, Rabu (3/6/2026).

Kata Rachmad, setiap bulan semua WBP mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Namun, selama menjalani masa tahanan Afrisal sama sekali tidak pernah mengeluhkan ataupun ditemukan masalah serius pada kesehatannya.

Baca Juga: 11 Kandidat Berebut Kursi Rektor UHO, Berikut Jadwal Pemilihan

“Berarti menunjukan bahwa tahanan ini dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.

“Tidak ada juga riwayat yang menunjukan apakah ada keluhannya atau ada penyakitnya, secara objektif napi tersebut tidak ada keluhan terutama masalah kesehatan,” lanjut Rachmad.

Disamping itu, Pelaksana Harian (Plh) Rutan Kelas II-A Kendari, Lendra Pratama Kastian, menjelaskan bahwa Afrisal ditemukan meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026) pagi sekitar pukul 07.00 Wita oleh petugas permasyarakatan saat hendak melakukan pergantian tugas jaga.

“Teman-temannya melaporkan kepada komandan jaga kalau si Afrisal ini tidak bangun-bangun. Komandan jaga pun melaporkan ke medis. Saat diperiksa sama tim medis sudah tidak ada gerakan, dibawalah ke RS Bhayangkara, ternyata diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara Afrisal ini sudah meninggal dunia,” bebernya.

Berdasarkan pengakuan teman sekamarnya, lanjut Lendra, malam hari sebelum meninggal Afrisal sempat mengeluh sakit demam. Kemudian dilakukan pengecekan oleh tim medis, namun Afrisal tidak menujukan keluhan yang cukup serius.

Baca Juga: Kendari Tuan Rumah Apeksi Komwil VI, Delegasi 16 Kota Disambut Lewat Gala Dinner

“Ditanya sama perawat, ada yang sakit? katanya tidak ada. Katanya teman-temanya jam 9 malam mereka masih makan sama-sama, terus di jam setengah satu dia masih bangun buang air, masih sempat ngobrol sama mereka,” ucap Lendra.

Kata Lendra, hingga saat ini pihak keluarga belum menerima atas kematian Afrisal karena mereka menduga kematiannya tidak wajar.

“Mungkin kelurga belum menerima dengan ini, mungkina ada sesuatu yang menjadi pertanyaan untuk dia, makanya kita serahkan ke pihak keluarga untuk melaksanakan autopsi itu,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Kendari telah melakukan serangkaian penyelidikan penyebab kematian Afrisal. Diketahui, saat ini proses penyelidikan kepolisian masih menunggu hasil autops. (B)

Penulis: Gusti Kahar

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga