Kemnaker Dorong Wirausaha Inklusif di Kendari, Penyandang Disabilitas Dilatih Masuk Dunia Kerja

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 24 Mei 2026
0 dilihat
Kemnaker Dorong Wirausaha Inklusif di Kendari, Penyandang Disabilitas Dilatih Masuk Dunia Kerja
Kemnaker dorong wirausaha inklusif di Kendari, perluas akses kerja penyandang disabilitas dan kelompok rentan. Foto: Ist.

" Kementerian Ketenagakerjaan mendorong kesetaraan peluang kerja dan ekonomi di Kendari melalui program wirausaha inklusif "

KENDARI, TELISIK.ID - Kementerian Ketenagakerjaan mendorong kesetaraan peluang kerja dan ekonomi di Kendari melalui program wirausaha inklusif, penguatan talenta, serta perluasan akses kerja penyandang disabilitas.

Pemerintah terus memperkuat akses kerja dan peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas, perempuan, kaum muda, serta kelompok rentan melalui berbagai program ketenagakerjaan yang lebih inklusif.

Upaya itu kembali ditegaskan Kementerian Ketenagakerjaan dalam kegiatan Layanan Kewirausahaan dan Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 23 Mei 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama” dan dirangkaikan dengan peluncuran aktivasi Talent Innovation Hub (TIH). Program itu diarahkan untuk membangun ekosistem talenta dan inovasi yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara lebih merata.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, mengatakan pemerintah menempatkan inklusivitas sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus dapat diakses seluruh kelompok masyarakat tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang sosial.

“Inklusivitas bukan sekadar isian kata, melainkan pondasi utama agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa memandang kemampuan fisik, usia, maupun latar belakang,” kata Sukro Muhab dalam keterangan tertulis yang diterima telisik.id, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga: Kemnaker Buka Pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Ia menjelaskan, perubahan global dan perkembangan teknologi harus direspons dengan membuka akses kerja seluas-luasnya bagi kelompok rentan. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

“Pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk membuka akses seluas-luasnya bagi penyandang disabilitas, perempuan, kaum muda, dan kelompok rentan agar bisa berkembang, berkarya, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kemnaker juga memperkenalkan konsep Talent Innovation Hub sebagai platform terpadu yang menghubungkan kebutuhan industri dengan pengembangan kompetensi tenaga kerja. Program itu turut mencakup inkubasi usaha hingga proses komersialisasi produk.

Melalui TIH, pemerintah menargetkan lahirnya tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menciptakan solusi dan peluang usaha baru. Pendekatan itu dinilai penting untuk memperkuat daya saing sumber daya manusia di tengah perubahan pasar kerja yang semakin dinamis.

Selain pengembangan talenta, Kemnaker turut memaparkan kondisi ketenagakerjaan penyandang disabilitas berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025. Dari total 5,57 juta penduduk usia kerja penyandang disabilitas, sebanyak 1,24 juta tercatat masuk dalam angkatan kerja.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1,17 juta orang telah bekerja. Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka penyandang disabilitas masih berada pada kisaran 5,41 persen.

Pemerintah kemudian menjalankan empat pilar kebijakan utama untuk memperluas akses kerja kelompok disabilitas, yakni penguatan kelembagaan, transformasi layanan, peningkatan kesiapan kerja, dan kampanye penerimaan sosial di lingkungan masyarakat maupun dunia usaha.

Hingga 2026, pemerintah mencatat sudah terbentuk 268 Unit Layanan Disabilitas (ULD) di berbagai daerah di Indonesia. Unit tersebut disiapkan untuk memastikan pelayanan ketenagakerjaan yang lebih responsif dan terintegrasi bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: Kemnaker Resmi Hapus Ambang Batas Kelulusan Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1, Begini Penjelasannya

Di Sulawesi Tenggara, Kota Kendari disebut memiliki rekam jejak positif dalam mendukung tenaga kerja disabilitas. Dua perusahaan lokal, yakni Toko Cahaya Gorden dan CV Nusantara, sebelumnya meraih penghargaan nasional pada 2025 karena dinilai aktif mempekerjakan penyandang disabilitas.

Kemnaker juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS dalam program pembinaan dan penempatan tenaga kerja disabilitas. Melalui kerja sama itu, pemerintah menargetkan penempatan 1.000 tenaga kerja disabilitas dalam lima tahun mendatang.

Menutup sambutannya, Sukro Muhab berharap kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan ekonomi inklusif di Sulawesi Tenggara sekaligus mendorong partisipasi dunia usaha dalam membuka akses kerja yang setara.

“Mari jadikan tahun 2026 sebagai tonggak sejarah di mana wirausaha Indonesia lebih inklusif, lebih tangguh, dan menjadi motor penggerak kesejahteraan yang merata bagi semua,” ujarnya. (D-Adv)

Penulis: Ahmad Jaelani

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga