adplus-dvertising

Kendari Undercover: Kisah PSK Tua Jadi Rebutan Kaum Remaja

Ahmad Sadar, telisik indonesia
Jumat, 28 Mei 2021
93006 dilihat
Kendari Undercover: Kisah PSK Tua Jadi Rebutan Kaum Remaja
PSK Tua yang menjadi rebutan anak remaja. Foto: Repro tempo.co

" Hampir tiap malam mereka datang dengan teman-temannya. Kadang mereka minta saya temani tidur. "

KENDARI, TELISIK.ID - Malam kelabu menyelimuti lorong kawasan Jalan Wayong Kota Kendari, tempat mangkal Nia (nama samaran), PSK tua yang menjadi rebutan kaum remaja.

Meski umurnya sudah 40-an, tetapi kecantikan serta kemolekan tubuhnya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggannya.

Dengan wajah dipoles make up yang menghiasi wajah cantiknya, Nia mengaku hampir tiap malam melayani anak remaja yang menginginkannya.


Bahkan PSK yang sudah tujuh tahun menjalani profesinya itu mengaku memiliki pelanggan tetap dari kalangan remaja yang setiap saat selalu dilayani.

"Hampir tiap malam mereka datang dengan teman-temannya. Kadang mereka minta saya temani tidur," ungkap Nia yang diwawancarai di tempat mangkalnya, Kamis (27/5/2021)

Bahkan lanjutnya, dalam satu malam ia melayani dua hingga tiga orang anak remaja tidur bersama di penginapan yang tak jauh dari sana.

Baca juga: Kendari Undercover: Cerita Kelam PSK Muda, Pura-pura Menikmati saat Layani Pelanggan

Meski demikian, perempuan yang terbilang sudah banyak pengalaman dalam menjalani dunia prostitusi itu mengaku tak tega melayani para remaja itu.

Namun apalah daya, mereka seringkali memaksa Nia dengan alasan ingin merasakan sensasi berhubungan intim dengan wanita lebih tua.

"Terkadang satu malam aku temani tidur,  setelah main sudah tidak berpakaian. Ya santai saja kita pelukan sampai pagi nda masalah juga, yang penting udah dibayar Rp 300 ribu per malamnya," katanya.

Pada salah satu keadaan, Nia sendiri mengaku  khawatir terhadap pelanggan yang masih di bawah umur itu. Ia mengaku kasihan memikirkan orang tua yang lalai menjaga anaknya.

"Kasihan lihat anak-anak itu, saya juga berpikir dimana orang tuanya, tapi kita ini kan mau tidak mau cuma cari uang. Kalau mereka ingin begituan sama saya, pasti nda menolak juga. Siapa sih mas yang tidak mau uang, asal kan mereka punya uang aku ladeni saja," tuturnya.

Nia memperkirakan, para remaja itu masih usia sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Baca juga: Sejarah Ban Kendaraan dari Warna Putih ke Warna Hitam

Di sisi lain, perempuan yang tinggal tak jauh dari lorong terebut mengaku khawatir serta tak tega melakukan hubungan seks dengan mereka.

Dalam beberapa keadaan, Nia terkadang ditipu oleh bocah-bocah itu. Dengan dijanjikan uang Rp 100 ribu, salah satu remaja tersebut sesekali menginginkan oral seks.

Tetapi setelah ia melakukannya, mereka pun lari dan tidak memberikan imbalan sepeserpun.

"Saya sering juga ditipu sama itu anak-anak. Kadang mereka minta dicium, kadang cuma sekedar pegang-pegangan saja. Tapi setelah itu tidak mau kasi uang dan lari begitu saja," tuturnya.

Perempuan perantau itu juga mengaku telah populer di kalangan anak remaja yang sering datang di tempat mangkalnya.

Sebab tiap kali ada pria hidung belang yang menginginkan PSK di sana, selalu melalui dirinya.

"Dikenal saya di sini mas, karena kalau ada tamu yang datang tanya perempuan, pasti saya yang layani. Tinggal saya kasi tunjuk fotonya saja sama mereka, mana yang disukai," tutupnya. (A)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga