adplus-dvertising

Kisah Sukses Chairul Tanjung, Teladan Bagi Pengusaha Indonesia

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Minggu, 16 Januari 2022
1661 dilihat
Kisah Sukses Chairul Tanjung, Teladan Bagi Pengusaha Indonesia
Pengusaha sukses Indonesia, Chairul Tanjung. Foto: Repro Reuters

" Sebelum sukses menjadi pengusaha besar, anak dari pasangan Halimah dan Abdul Ghafar Tanjung ini bekerja sebagai seorang wartawan di masa orde lama "

JAKARTA, TELISIK.ID - Masa kecilnya seperti anak kebanyakan pada umumnya. Namun kini rasanya tidak ada orang yang tidak kenal dirinya. Ya, siapa lagi kalau bukan Chairul Tanjung.

Mengutip merdeka.com, Chirul Tanjung (CT) adalah sosok konglomerat Indonesia yang namanya berada di urutan 937 dari 1000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes dengan total kekayaan senilai USD 1 miliar.

Sebelum sukses menjadi pengusaha besar di Tanah Air, anak dari pasangan Halimah dan Abdul Ghafar Tanjung saat itu berprofesi sebagai seorang wartawan di masa orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah minim.


Chairul Tanjung dilahirkan pada tanggal 16 Juni 1962 di Sibolga, dari kondisi kalangan menengah ke bawah.

Ia bersama orang tua dan keenam saudaranya terpaksa menjual rumah mereka dan pindah ke kamar losmen yang sempit.

Kendati demikian, tidak menghambat CT melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Ia memulai pendidikan formalnya dari SD dan SMP Van Lith, Jakarta pada 1975, SMA Negeri 1 Boedi Oetomo pada 1981, dan berhasil lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia pada 1987.

Atas kehausan ilmu yang ada pada dirinya, ia pun berhasil mengambil gelar MBA-nya dari Executive Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM) pada 1993.

Semasa kuliah, untuk membiayai kebutuhan kuliahnya, CT menjual buku-buku kuliah, fotokopi, hingga jasa pembuatan kaos.

Ia juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di Jakarta Pusat walaupun pada akhirnya mengalami kebangkrutan.

Dalam kondisinya yang kurang menguntungkan, ia tetap gigih dalam bekerja dan menyelesaikan bangku kuliahnya, bahkan ia mendapatkan penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional tahun 1984-1985.

Melansir finansialku.com, kegagalan Chairul Tanjung dalam membangun bisnis, tidak membuatnya patah semangat. Yang ada, ia semakin giat dan tekun menempuh jenjang kesuksesannya.

CT mencoba membuka usaha kontraktor walaupun ia tetap mengalami kebangkrutan, hingga membuatnya harus bekerja di perusahaan baja dan sempat pindah ke perusahaan rotan.

Setelah lulus kuliah, Chairul Tanjung bersama dengan tiga rekannya memulai sebuah bisnis pembuatan sepatu anak-anak ekspor yang diberi nama PT Pariarti Shindutama.

Modal awalnya sebesar Rp 150 juta yang dipinjam dari Bank Exim dapat menghasilkan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Bisnis bersama ini pun nyatanya berhasil maju pesat.

Sangat disayangkan, kerja sama mereka mendapat jalan buntu karena perbedaan visi dalam hal ekspansi usaha.

Hal ini pun membuat Chairul Tanjung memutuskan untuk memisahkan diri dari rekan-rekannya tersebut dan mendirikan bisnis sendiri.

Walaupun sudah mengalami berbagai kegagalan dalam berwirausaha, sama sekali itu tidak membuat ia kapok untuk meraih sukses sebagai seorang pengusaha.

Baca Juga: Mengenal Ubedilah Badrun, Pelapor Dua Anak Jokowi ke KPK, Dosen dan Mantan Aktivis 98

Alhasil, atas sosoknya yang mau berkawan dengan siapapun membuat perkembangan usahanya semakin lancar.

Relasi dibangun dengan berbagai perusahaan, baik yang sudah ternama bahkan yang tidak terkenal sekalipun.

Olehnya itu, ia mengarahkan bisnisnya ke konglomerasi (perusahaan yang punya beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan antara satu sama lain) dengan mereposisikan dirinya kepada tiga bisnis inti, yaitu keuangan, properti, dan multimedia.

Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahi beberapa sub-holding, yaitu Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).

Oleh karena perkembangan bisnisnya, ia pun lebih senang mengakuisisi perusahaan dibandingkan membangun bisnis karena tidak adanya waktu untuk membangun usahanya dari nol.

Saat ini, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang keuangan, di antaranya Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Ia juga memegang perusahaan Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

CT Corp juga memiliki Bandung Supermall yang kini berubah menjadi Trans Studio Mall yang diluncurkan sebagai Central Business District pada 1999 dengan luas 3 hektar dan menghabiskan dana Rp 99 miliar.

Baca Juga: Mengenal Sosok J.K. Rowling, Sang Penulis Novel Harry Potter

Dalam usaha mengembangkan sayapnya di dunia penyiaran dan multimedia, ia memiliki Trans TV, Trans7, Mahagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.

Tahu Carrefour? Ya, itu salah satu usaha CT khususnya dalam bidang bisnis dan investasi, perusahaannya membeli sebagian besar saham Carrefour Indonesia sebesar 40% melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis.

Kesuksesannya yang terbilang luar biasa ini membuat Chairul Tanjung mendefinisikan hidupnya menjadi panutan para generasi muda. Ia pun dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Kewirausahaan Universitas Airlangga Surabaya pada 18 April 2015.

Perjuangan sukses yang patut jadi teladan ini sangat disayangkan jika berlalu begitu saja. Maka kisah hidupnya yang inspiratif dan memotivasi dibukukan dan diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Buku ini disusun oleh wartawan Kompas, Tjahja Gunawan Adireja.

Buku berjudul “Chairul Tanjung Si Anak Singkong” diluncurkan tepat pada usia Chairul Tanjung setengah abad. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga