KENDARI, TELISIK.ID - Realiasai proyek di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) tahun ini terus dimaksimalkan, hanya saja berdasarkan data dari Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (BPBJP) Sultra yang sudah tersebar disejumlah media bahwa hingga bulan November ini masih ada 72 proyek dari 494 paket pengadaan yang belum terkontrakkan.
Dengan jumlah yang cukup banyak ini sehingga menarik perhatian publik, termasuk di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra.
Ketua Komisi III DPRD Sultra, Suwandi menilai, ke-72 paket pengadaan yang belum tertender tersebut kemungkinan akan gagal tender. Mengingat saat ini sudah memasuki bulan November sehingga kurang dari dua bulan tahun 2019 akan berganti.
“72 paket itu kan cukup besar, hanya memang anggaran-anggarannya belum kita dapatkan bocoran termasuk dinas mana saja yang terlibat dalam paket-paket tersebut. Kalau kita lihat waktu saat ini maka ke-72 paket tersebut bisa saja terancam gagal tender atau tidak ditenderkan,” katanya kepada Telisik.id melalui telepon, Jumat (8/11/2019).