adplus-dvertising

Kondisi SMAN 1 Binongko Wakatobi Rusak Berat, Sejak 1999 Tak Pernah Direnovasi

Boy Candra Ferniawan, telisik indonesia
Jumat, 13 Mei 2022
946 dilihat
Kondisi SMAN 1 Binongko Wakatobi Rusak Berat, Sejak 1999 Tak Pernah Direnovasi
Tampak kondisi bangunan SMAN 1 Binongko yang mengalami rusak berat Foto: Ist

" Sekolah yang terletak di jalan Murhum Nomor 1, Palahidu, Binongko ini memiliki lebar 22 meter dan panjang 13 meter ini tinggal menyisakan bangunan reot, plafon yang lapuk dan ubin lantai yang kasar menambah nuansa bahwa sekolah ini telah termakan usia "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Sekolah ibarat rumah ternyaman untuk menuntut ilmu bagi  siswa maupun guru di sekolah. Namun kondisi ini rupanya berbanding terbalik dengan keadaan di SMAN 1 Binongko Kabupaten Wakatobi yang mulai memprihatinkan.

Sekolah yang terletak di jalan Murhum Nomor 1, Palahidu, Binongko ini memiliki lebar 22 meter dan panjang 13 meter ini tinggal menyisakan bangunan reot, plafon yang lapuk dan ubin lantai yang kasar menambah nuansa bahwa sekolah ini telah termakan usia.

Kerusakan terlihat dari ruangan kantor yang menjadi ruang utama para guru dan siswa  menuju ruang belajar. Kini rusak berat hingga tidak lagi ditempati. Kondisi serupa juga terlihat dari beberapa ruang kelas, tempat belajar siswa yang tidak lagi digunakan akibat reot dan lapuk akibat termakan usia.


Kepada Telisik.id, Kepala Sekolah SMAN 1 Binongko, Edy Hasim, S.Pd  mengungkapan, sekolah yang menampung 237 siswa ini. sejak didirikan tahun 1999, sampai sekarang belum dilakukan rehabilitasi kantor.

Tampak depan SMAN I Binongko yang nampak sudah reot. Foto: Ist

 

"Sudah pernah diusulkan perbaikan sebelumnya oleh kepala sekolah sebelum saya. Saat itu dana untuk rehabilitas perbaikan kantor itu tidak ada untuk di DAK (Dana Alokasi Khusus), setiap tahunnya diusulkan.

Baca Juga: Sosok Achmad Lamani di Mata Ketua PGRI Muna Barat

"Sekarang ini kami sudah usulkan juga menuntut rehabilitasi perbaikan kantor ini sudah tiga tahun, namun belum rezekinya juga sekolah," ungkap Edy Hasim, Jumat (13/5/2022).

Diterangkan bahwa dengan kondisi ruang kantor yang rusak berat, maka pihak sekolah telah mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Maka aktivitas kantor dialihkan ke ruangan laboratorium

"Sekali pun seperti itu, kami tetap merasa was-was juga, karena tempat tersebut merupakan jalur utama masuk ke ruang belajar. Terlebih toilet yang ada di sekolah  hanya ada di kantor rusak tersebut. jadi itu merupakan toilet guru dan siswa," jelasnya

Sehingga pihak sekolah selalu menyarankan untuk selalu berhati-hati bila berada di tempat tersebut. Karena bila pun dilarang, pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak karena hanya fasilitas tersebut yang tersedia.

"Karena kondisi bangunan pertama SMAN 1 Binongko, maka yang kita ajukan dalam proposal untuk diminta rehab berat. Artinya atap, plafon, lantai dan sebagian bangunannya itu ada yang harus diganti. Seperti tehel 100 persen karena belum ditehel masih bangunan lama," tuturnya lagi.

Baca Juga: Diduga Rugikan Negara Rp 365 Juta, Mantan Kades Ini Masuk Bui

Dijelaskannya lagi, terdapat 4 ruang belajar yang diusulkan dalam DAK 2023 untuk direhab akibat plafon yang 100 persen rusak parah. Serta lab fisika yang tidak difungsikan lagi karena kondisi atap dan plafon yang rusak.

"Kalau sudah musim angin kencang, kami arahkan anak-anak untuk jangan lagi lewat untuk area kantor. Beberapa kejadian plafon yang jebol itu jatuh. Beruntung kejadian terjadi saat di luar jam pembelajaran tepatnya di malam hari," katanya.

Dirinya hanya bisa berharap perhatian pemerintah kepada sekolahnya untuk segera direhabilitasi. Dengan situasi kondisi bangunan saat ini, selain membahayakan, ke depan bisa menjadi ancaman dan akan mengalami kerusakan yang sangat parah.

"Kami berharap bisa diupanyakan karena semua proses guru-guru dan siswa untuk kegiatan belajar itu otomatis terganggu bila tidak diperbaiki. karena di dalam kantor itu juga sudah di situ toilet siswa dan guru," harapnya.

"Jadi harapan kami semoga pemerintah memperhatikan keadaan kantor kami yang rusak berat. agar kami dapat fungsikan kembali pada umumnya," (C)

Reporter: Boy Candra Ferniawan

Editor: Kardin

Baca Juga