adplus-dvertising

Konsel Terbaik Penerapan SPBE di Sultra, Diminta Jadi Acuan Bagi Pemda Lain

Ashar Hamka, telisik indonesia
Kamis, 27 Januari 2022
951 dilihat
Konsel Terbaik Penerapan SPBE di Sultra, Diminta Jadi Acuan Bagi Pemda Lain
Salah satu bentuk upaya kegiatan Pemda konsel dalam menjadikan daerah Konsel sebagai daerah dengan konsep smart city atau daerah dengan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Foto: Ashar Hamka/Telisik

" Upaya Pemerintahan Daerah Kabupaten Konawe Selatan untuk menjadikan daerah dengan konsep smart city atau daerah dengan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, berbuah hasil. "

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Upaya Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) untuk menjadikan daerah dengan konsep smart city atau daerah dengan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), berbuah hasil. Oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), daerah pimpinan Bupati Surunuddin Dangga, itu dinilai terbaik pertama se-Sultra.

"Penerapan SPBE di Sultra, dan harus diacungi jempol, tertinggi dengan angka 2,52 dicapai oleh Kabupaten Konawe Selatan, kemudian Kabupaten Kolaka dan ketiga Kabupaten Buton tengah," sebut Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kemendagri, Asmawa Tosepu saat jadi pembicara dalam Rapat Koordinasi evaluasi APBD Tahun Anggaran 2021 dan pelaksanaan APBD TA 2022 kabupaten/kota se-Sultra, Rabu (26/01) kemarin.

Dengan raihan tertinggi tersebut, Asmawa Tosepu, berharap di tahun 2022 ini, kabupaten dan kota di Sultra segera berbenah terkait transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Di mana, untuk meningkatkan kualitas SPBE, daerah Konsel bisa menjadi acuan karena memperoleh nilai tertinggi di Sultra.


"Selebihnya mohon maaf belum sampai pada nilai cukup, bahkan ada sembilan kabupaten di Sultra tidak bisa dinilai," tambah Asmawa Tosepu.

Dalam sistem penilaian itu, ia mengurai, jikalau ada tiga hal yang pihaknya petakan, terhadap tata kelola pemerintahan. Yakni mampu menyelesaikan permasalahan publik secara cepat dan tepat, beradaptasi pada segala perubahan dengan responsif, dan mengelola anggaran secara transparan, efektif dan efisien.

Untuk menunjang optimalisasi pemerintahan lanjutnya, dinamika di era industri 4.0 mengharuskan pelayan publik bertranformasi secara digital dalam tata kelola pemerintahan di daerah.

“Pemerintah dituntut bersikap sebagai kolaborator. Tak bisa lagi pemerintah bekerja sendiri. Harus berkolaborasi membangun sinergi baik itu disektor swasta,“ tuturnya.

Menyikapi penilaian yang membanggakan tersebut, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga, mengapresiasinya. Dia berjanji terus berkomitmen serta berbenah untuk meningkatkan kualitas digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan.

"Kami berterimakasih, telah mendapat perhatian terkait komitmen penerapan SPBE ini. Sejak awal kita terus menjalankan dan meningkatkan kualitas digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan," katanya.

Baca Juga: Ternak Sapi di Butur Akan Diansuransikan, Asal Jangan Dibunuh Sendiri

Ia mengurai sistem pemerintahan berbasis elektronik ini telah dimulai sejak periode pertamanya sebagai Bupati Konsel. Melalui dua basis data, yakni, basis data untuk pelayanan internal pemerintah dengan basis data NIP ASN pada beberapa aplikasi terintegrasi. Kemudian, basis data untuk layanan publik.

Dimana berikutnya, masih ada beberapa sistem pemerintahan berbasis elektronik yang harus disinkronkan lagi. Terkait rencana kedepan tersebut, menurutnya, sumber daya manusianya masih perlu dikembangkan. Karena, dalam transformasi digital, harus dikelola oleh SDM yang mumpuni.

Baca Juga: Pemda Konawe Bakal Punya Rumah Rehabilitas Sosial Bagi Lansia, Disabilitas dan ODGJ

"Meski tertinggi di Sultra tapi kita belum puas, makanya kita terus berbenah dan akan ditingkatkan lagi. Rencananya di Februari ini kita bakal mengirim dua orang dari masing-masing OPD untuk fokus mendalami SPBE. Sehingga dalam pengoperasiannya tidak lagi ada keraguraguan," ujar bupati dua periode ini. (B)

Reporter: Ashar Hamka

Editor: Kardin

Baca Juga