Rusia Buka Rekrutmen dan Latih Lulusan SMK Seluruh Indonesia hingga Digaji Rp 43 Juta Sebulan, Begini Syaratnya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Jumat, 30 Januari 2026
0 dilihat
Rusia Buka Rekrutmen dan Latih Lulusan SMK Seluruh Indonesia hingga Digaji Rp 43 Juta Sebulan, Begini Syaratnya
Rusia membuka peluang kerja bergaji tinggi bagi lulusan SMK Indonesia melalui pelatihan industri dan kontrak profesional. Foto: Repro SMKTeknikpal.

" Kesempatan kerja terbuka lebar bagi lulusan SMK Indonesia setelah Rusia menawarkan pelatihan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kesempatan kerja terbuka lebar bagi lulusan SMK Indonesia setelah Rusia menawarkan pelatihan, kontrak kerja jangka panjang, dan gaji puluhan juta rupiah melalui skema resmi pemerintah.

Rusia membuka peluang kerja bagi lulusan SMK Indonesia melalui program pelatihan dan penempatan kerja yang digagas perusahaan aluminium raksasa, Rusal. Program ini menyasar lulusan SMK dari seluruh Indonesia untuk dididik secara khusus sebelum bekerja di sektor industri strategis Rusia dengan gaji kompetitif.

Inisiatif tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin. Ia mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang ingin meningkatkan kualitas pekerja migran Indonesia agar tidak lagi terfokus pada sektor domestik berupah rendah.

Menurutnya, transformasi ini menjadi kunci agar bonus demografi Indonesia benar-benar memberi manfaat ekonomi jangka panjang.

“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” kata Mukhtarudin, seperti dikutip dari Kompas,  Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree Kemenag 2025 Resmi Dibuka, Berikut Syarat dan Batas Waktunya

Mukhtarudin menilai Rusia merupakan mitra strategis karena memiliki kebutuhan besar terhadap tenaga terampil, khususnya di bidang industri berat dan manufaktur. Di sisi lain, Indonesia memiliki pasokan tenaga muda lulusan SMK yang melimpah dan siap dikembangkan melalui pendidikan vokasi lanjutan.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” ujarnya.

Sebagai tahap awal, pemerintah Indonesia akan menyiapkan calon pekerja migran dengan keterampilan dasar yang relevan. KP2MI juga berencana menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi, terutama di bidang pengelasan, agar sesuai dengan standar industri Rusia. Proses ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Langkah tersebut diambil agar para lulusan yang telah menyelesaikan pelatihan tidak hanya bekerja di luar negeri, tetapi juga dapat berkontribusi pada proyek strategis nasional ketika kembali ke Indonesia. Skema ini diharapkan menciptakan alih pengetahuan yang berkelanjutan.

Dari pihak Rusia, perwakilan Rusal, Alexey Mirsky, menjelaskan bahwa perusahaannya akan mengundang 50 lulusan SMK terbaik Indonesia untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan langsung di Rusia. Program tersebut dirancang selama dua tahun, dengan rincian satu tahun pelatihan bahasa Rusia dan satu tahun pemantapan keahlian teknis.

“Program ini mencakup lima bidang utama, yaitu konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik,” ujar Mirsky.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, para peserta akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun, khususnya di sektor pengelasan. Mirsky menyebutkan, besaran gaji yang diterima sangat bergantung pada tingkat keahlian yang dicapai peserta sesuai standar Rusia.

“Jika mereka berhasil mencapai grade 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel atau sekitar Rp 43,8 juta per bulan,” katanya.

Baca Juga: Beasiswa LPDP Batch 1 2026 Resmi Dibuka, Berikut Syarat Lengkap dan Alur Terbarunya

Mirsky juga mengungkapkan bahwa skema penempatan kerja akan dibagi dua. Sebanyak 25 orang akan bekerja langsung di Rusia, sementara 25 lainnya ditempatkan di proyek atau kantor perwakilan Rusia di Indonesia, termasuk fasilitas pengilangan dan proyek industri strategis.

Sebagai tindak lanjut, KP2MI dan Rusal telah sepakat menyusun nota kesepahaman serta proposal kerja sama teknis dalam waktu dekat. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada Mei 2026 dengan tahapan rekrutmen, sementara pemberangkatan peserta direncanakan pada September 2026.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari program Quick Win Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong agenda SMK Go Global. Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah pekerja migran Indonesia yang terampil, terlindungi, dan mampu bersaing di pasar tenaga kerja internasional tanpa mengorbankan hak serta keselamatan kerja. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga