KENDARI, TELISIK.ID - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lokomotif Hukum Sulawesi Tenggara menggelar aksi unjuk rasa di Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Senin (2/9/2024).

Aksi ini terkait dengan pelayanan penumpang di Pelabuhan Penyeberangan Tampo-Torobulu, yang diduga tidak sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM). Selain itu, terdapat dugaan adanya aktivitas calo yang dibiarkan oleh petugas pelabuhan.

Penanggung jawab aksi, Andi Sulastono, mengungkapkan bahwa mereka, saat menggunakan Pelabuhan Tampo-Torobulu beberapa waktu lalu, mengalami kejadian tersebut dan berusaha untuk memprotes.

Namun, mereka malah mendapat intimidasi dari petugas pelabuhan dan seseorang yang diduga preman di lokasi.

“Minggu lalu, saya bersama teman-teman menyeberang dari Raha ke Kendari lewat Pelabuhan Tampo. Saat kami masih di antrian sepeda motor, tiba-tiba beberapa motor lain masuk dari depan tanpa melalui antrian. Saya protes tetapi justru mendapat intimidasi dari beberapa petugas pelabuhan dan seorang preman di situ,” ungkap Andi.