Dukung Program PAAP Rare, Bupati Muna Minta Lokus Wilayah Pendampingan Ditambah
Sunaryo, telisik indonesia
Minggu, 08 Februari 2026
0 dilihat
Ketgam: Bupati Muna, Bachrun Labuta bersama Wakil Bupati (Wabup), La Ode Asrafil Ndoasa rapat bersama pihak Rare. Foto: Sunaryo/Telisik
" Bupati Muna, Bachrun Labuta memberi dukungan penuh program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang dilakukan organisasi Rare "

MUNA, TELISIK.ID - Bupati Muna, Bachrun Labuta memberi dukungan penuh program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) yang dilakukan organisasi Rare.
Saat ini, ada 22 desa di enam kecamatan di wilayah Muna Timur Raya (Mutiara) yang menjadi lokus pendampingan Rare.
Bachrun bilang, program Rare yang melibatkan langsung masyarakat dalam pengelolaan kawasan mampu memfasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membangun kesepahaman pentingnya mencintai lingkungan.
"Saya sangat apresiasi program Rare. Semoga ke depan lokus wilayah pendampingan bisa bertambah hingga antar kabupaten (Muna Barat dan Buton Tengah), " kata Bachrun, Minggu (8/2/2026).
Baca Juga: Gerhana Matahari Cincin Terjadi 17 Februari 2026
Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Muna, Akira menerangkan, program Rare sangat berdampak pada ekonomi lingkungan. Dengan pendampingan yang dilakukan Rare, permasalahan yang terjadi di wilayah pesisir seperti ketergantungan hasil tangkapan ikan, keterbatasan modal, kerusakan ekosistem akibat reklamasi, kemiskinan, kesetaraan gender, akses pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja bisa teratasi.
"Program Rare ini sangat membantu Pemkab dalam mengurai persoalan di pesisir," ujarnya.
Sementara itu, Senior Manager Policy and Partnership Rare Indonesia, Wa Ode Anna Dianna Sastri Chaidir menerangkan, program PAAP favorit berada di Kabupaten Muna dan Buton. Hal tersebut didasari oleh potensinya sangat besar dan penerimaan kepala daerahnya sangat terbuka.
Di Muna, program PAAP telah berjalan sejak tahun 2019-2025. Di mana, progran yang telah dilakukan berupa pengelolaan perikanan kolaboratif dengan mengedepankan peran kelompok masyarakat sebagai pengelola dan Dinas KP sebagai fasilitator.
Kemudian, pelatihan dan penguatan peran kolaboratif kelompok PAAP dengan memberikan pendanaan hibah untuk pengelolaan tahun 2019-2021 sebesar Rp 410 juta dan 2023-2025 sebesar Rp 245 juta.
Lalu pemberdayaan masyarakat pesisir dan nelayan skala kecil serta pengawasan berbasis masyarakat.
Dianna berjanji, ke depan cakupan wilayah pendampingan akan bertambah. Apalagi, Rare memiliki program baru yakni, Arus (Action for Resilient and Sustainable Seas) yang merupakan sebuah inisiatif kolaboratif antara Rare Indonesia dan Save the Children Indonesia (SCIDN) yang didukung COAST Facility Pemerintah Inggris (FCDO).
Program Arus menggunakan pendekatan bersama (co-management) yang menggabungkan konservasi ekosistem laut (terumbu karang, mangrove dan padang lamun) dengan penguatan ekonomi lokal berbasis masyarakat secara khusus menempatkan kesetaraan gender, distabilitas dan inklusi sosial (Gedsi) sebagai inti dari setiap kegiatan.
Baca Juga: Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae Bawa Cuan Puluhan Miliar Rupiah ke Muna untuk Infrastruktur
Program Arus, berfokus pada pengelolaan sumber daya laut dan pesisir secara partisipatif oleh masyarakat guna membangun ketahanan iklim dan kesejahteraan berkelanjutan bagi komunitas pesisir yang rentan.
"Sasaran program Arus di Kabupaten Muna dan Buton," sebutnya.
Di Muna, sasaran program Arus di fokuskan pada 12 desa yang tersebar di Kecamatan Pasikolaga, Pasir Putih, Wakorumba Selatan, Maligano dan Batukara.
"Tujuan program ini untuk memperkuat perlindungan laut berbasis masyarakat dan pengelolaan berkelanjutan sumber daya pesisir, serta memperdayakan masyarakat pesisir yang rentan, terutama perempuan dan kelompok terpinggirkan," tandasnya. (B)
Penulis: Sunaryo
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS