Mendikdasmen Abdul Mu'ti Soroti Tiga Tantangan Besar Pendidikan Nasional di HUT Ummusshabri ke-53

Erni Yanti, telisik indonesia
Sabtu, 10 Januari 2026
0 dilihat
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Soroti Tiga Tantangan Besar Pendidikan Nasional di HUT Ummusshabri ke-53
Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Supriyanto (kanan), menyerahkan cinderamata kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed (kiri), Sabtu (10/1/2026). Foto: Erni Yanti/Telisik

" Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, menyoroti tiga tantangan besar yang harus diselesaikan secara cepat dan kolaboratif "

KENDARI, TELISIK.ID - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, menyoroti tiga tantangan besar yang harus diselesaikan secara cepat dan kolaboratif.  

Ketiga tantangan besar yang harus segera direspons, menurut Andul Mu’ti, yakni akses dan mutu pendidikan, penguatan karakter generasi muda, serta pemanfaatan teknologi digital.  

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti di Kendari saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Ummusshabri ke-53, yang dirangkaikan dengan silaturahmi nasional (silatnas) GUPPI, kongres, serta International Expo Ummusshabri, Sabtu (10/1/2026).  

Salah satu agenda utama silaturahmi nasional dilaksanakan di Hotel Plaza Inn Kendari, Sulawesi Tenggara.

Abdul Mu’ti menyebut 1.300 lembaga pendidikan di bawah naungan GUPPI sebagai aset penting bangsa yang telah memberikan kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, meski banyak di antaranya berkembang tanpa dukungan maksimal dari pemerintah.

Baca Juga: BPMP Sultra Percepat Peningkatan Mutu Pendidikan dan Dukung Program Prioritas Kemendikdasmen

“Kalau semua sekolah di Indonesia seperti Ummusshabri ini, Menteri tinggal tidur nyenyak dan meresmikan saja. Sayangnya, kondisi itu belum sepenuhnya terwujud,” ujarnya.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa amanat Pasal 31 UUD 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional mewajibkan negara menjamin pendidikan bermutu bagi seluruh warga negara.  

Namun, realitas di lapangan masih menunjukkan kesenjangan, baik dari sisi kualitas satuan pendidikan maupun akses anak-anak Indonesia terhadap pendidikan akibat faktor ekonomi, geografis, kondisi fisik, hingga keamanan.

Karena itu, Kemendikdasmen mengusung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya cita keempat.

Kemudian persoalan kedua yang menjadi perhatian serius adalah penguatan karakter generasi muda. Abdul Mu’ti menyoroti fenomena generasi stroberi, generasi yang kuat secara fisik namun rentan secara mental dan spiritual.

Ia mengungkapkan meningkatnya persoalan kesehatan mental di kalangan Generasi Z, termasuk perundungan digital, ketergantungan gawai, hingga tingginya angka bunuh diri. Menurutnya, banyak kekerasan sosial berawal dari ruang digital.

“Kesehatan mental kini menjadi persoalan serius dunia. Banyak anak-anak kita rapuh karena tidak memiliki ketahanan mental dan lingkungan belajar yang aman,” tegasnya.

Abdul Mu’ti juga menyinggung dampak negatif teknologi digital dan gim daring. Meski mengakui teknologi memiliki manfaat besar, ia menilai perlu ada regulasi dan pengawasan ketat apabila dampak mudaratnya lebih dominan.

“Kalau mudaratnya lebih besar daripada manfaatnya, maka harus dievaluasi secara serius,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan pemerintah tidak anti teknologi. Penguasaan digital skill, AI, dan coding tetap menjadi keharusan di masa depan, namun harus diimbangi dengan tanggung jawab moral dan etika digital.

Dalam kurikulum baru, Kemendikdasmen telah memasukkan coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan.  

Abdul Mu’ti juga mendorong penerapan deep learning yang menekankan deep reading, deep thinking, dan refleksi, bukan sekadar kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Ia juga menegaskan penting membangun sekolah yang aman dan nyaman, agar anak-anak dapat belajar dengan gembira, bermakna, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.  

Baca Juga: Pemancing Meninggal Terseret Arus Deras di Perairan Bungkutoko Konawe Selatan

Program pembudayaan sekolah aman dan nyaman dijadwalkan segera diluncurkan secara nasional.

Ketua DPP GUPPI, Prof. Dr. Fasli Jalal, menegaskan bahwa Ummusshabri menjadi contoh sekolah yang membanggakan melalui penerapan STEM, deep learning, dan penguatan karakter sejak usia dini.  

Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-53 Ummusshabri, termasuk expo internasional, diskusi publik, dan pameran karya siswa, GUPPI menunjukkan komitmennya menyelaraskan 1.300 madrasah dan pesantren dengan kebijakan strategis Kemendikdasmen.

“Anak-anak sudah dibiasakan bermimpi dan berpikir tentang masa depan sejak dini. Ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional,” kata Fasli.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan silaturahmi nasional dan kontribusi GUPPI serta Ummusshabri dalam membangun pendidikan yang holistik. (A-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga