adplus-dvertising

Mengamuk, Harimau Sumatera Serang Dokter Hewan di Tapsel - Sumut

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Senin, 25 April 2022
897 dilihat
Mengamuk, Harimau Sumatera Serang Dokter Hewan di Tapsel - Sumut
Dokter Hewan Anhar ketika dievakuasi ke rumah sakit setelah diserang harimau. Foto: Humas BBKSDA Sumut

" Seekor Harimau Sumatera yang terjerat di Dusun Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mengamuk dan menyerang seorang dokter "

MEDAN, TELISIK.ID - Seekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris  Sumatrae) yang terjerat di Dusun Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), mengamuk.

Hewan itu menyerang seorang dokter yang hendak mengevakuasinya, untuk dipindahkan dari lokasi jeratan. Insiden itu terjadi Minggu (24/4/2022) sore.

Informasi yang dihimpun, dokter hewan nahas itu bernama drh Anhar. Dia mengalami luka di bagian lengan sebelah kiri. Selanjutnya tim langsung melakukan penanganan dan pertolongan, serta segera mengevakuasinya ke Rumah Sakit Padangsidimpuan untuk mendapatkan perawatan. Usai menyerang, Harimau itupun langsung lari menjauh.


Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ir Irzal Azhar, M.Si melalui Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi Lapangan dan Kehumasan, Andoko Hidayat membenarkan kejadian itu.  

Dijelaskan, insiden penyerangan terhadap drh Anhar berawal pada Jumat (22/4/2022) sekira pukul 18.30 WIB. Saat itu BBKSDA Sumut melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok pada Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, mendapat laporan dari Komandan Rayon Militer (Danramil) Batang Toru tentang adanya harimau Sumatera yang terjerat di sana, tepatnya di Dusun Pardomuan, Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BBKSDA Sumut bersama dengan lembaga mitra kerja sama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari -Orangutan Information Center (YOSL-OIC) segera menuju lokasi dan tiba pada pukul 01.30 WIB dengan membawa kandang transit, serta peralatan senjata.

Baca Juga: Soal Petisi Dukungan Pj Bupati Busel, DPRD Kecam dan Ancam ASN yang Tandatangan

Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan koordinasi dengan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Batang Toru, Danramil Batang Toru, Camat Angkola Sangkunur, pemilik jerat beserta masyarakat Desa Batu Godang.

"Harimau tersebut terjerat pertama sekali diketahui Jumat (22/04/2022) sekira pukul 11.00 WIB. Kemudian saat dicek ulang pada pukul 16.00 WIB dan posisi harimau yang terjerat tersebut telah berpindah tempat sejauh 200 meter dengan keadaan jerat sling terlilit di kaki yang disangkutkan pada batang pohon," beber Handoko, Senin (25/4/2022)

Mengingat kondisi cuaca dan mempertimbangkan keselamatan tim, akhirnya disepakati dengan Muspika dan masyarakat agar melakukan pengecekan ke lokasi besok paginya, Sabtu (23/4/2022). Di mana tim menuju ke lokasi dengan berjalan kaki sejauh 2 km dan tiba pukul 09.00 WIB.

Di lokasi, tim menemukan seekor harimau Sumatera yang terjerat dengan kondisi kaki terlilit tali sling dan dalam keadaan lemas. Rencana evakuasi akan dilakukan dengan cara ditembak bius. Pada pukul 23.30 WIB, drh Anhar pun tiba di lokasi yang kemudian melakukan diskusi dengan melibatkan Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Camat Angkola Sangkunur, Kapolsek Batangtoru, Koramil Siais, YOSL-OIC, Yayasan Scorpion, aparat desa serta masyarakat desa dan disepakati untuk evakuasi akan dilakukan Minggu atau keesokan harinya.

Selanjutnya, dokter hewan ini melakukan persiapan serta pengecekan senjata bius. Pukul 06.40 WIB, mereka tiba di lokasi harimau terjerat, kemudian drh Anhar melakukan pembiusan dengan cara menembaknya.

“Tembakan bius itu mengenai badan/tubuh harimau tersebut, namun tanpa diduga harimau tiba-tiba menyerang drh Anhar yang mengakibatkan luka di bagian lengan sebelah kiri. Usai menyerang, harimau kemudian lari menjauh. Melihat kondisi drh Anhar, tim langsung melakukan penanganan dan pertolongan serta segera mengevakuasi ke rumah sakit Padangsidimpuan untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Untuk penanganan berikutnya, BBKSDA Sumut akan melakukan pemasangan perangkap di sekitar lokasi kejadian dan melakukan patroli rutin, serta pendampingan terhadap masyarakat sampai situasi kembali kondusif.

"Kami akan selalu berkomunikasi dengan masyarakat. Jika ada yang melihat harimau itu kembali, segera berikan informasi itu dan akan ditindaklanjuti. Kondisi dokter itu sudah mulai membaik," ungkapnya.

Kapolsek Batang Toru, Polres Tapanuli Selatan, AKP Tona membenarkan adanya insiden itu. Dia melihat langsung keberadaan harimau itu yang sangat liar.

"Jadi harimau itu terjerat di kebun karet milik warga yaitu Bapak Atulee Gulo. Informasi ini sampai kepada kepolisian - TNI dan pemerintah daerah setempat. Lalu kami cek ke lokasi," kata Tona.

Warga memasang jerat itu untuk menangkap babi, tepatnya Rabu 20 April 2022. Caranya memasang alat jerat berupa tali klos sepeda motor.

Baca Juga: Pemkab Butur Santuni Anak Yatim Piatu dan Buka Puasa Bersama

"Lalu kami berkomunikasi dengan pihak BBKSDA dan bersama-sama mengecek tangkapan harimau itu. Selanjutnya, datanglah dokter hewan untuk melakukan evakuasi dengan cara menyuntikkan bius ke tubuh harimau agar tidak terlihat dan memudahkan prosesnya," tambahnya.

Drh. Anhar Lubis menempati posisi menembak. Harimau berdiri berhadapan dengan Drh. Anhar Lubis yang berjarak kurang lebih 7 meter.

"Tiba tiba harimau tersentak melompat dan menyerang korban, jerat yang mengikat pada kaki kanan depan harimau terlepas. Dokter hewan dan harimau terjatuh berguling ke arah jurang, kemudian harimau tersebut terlepas dan lari ke arah gunung atau perkebunan warga," ungkapnya.

Karena harimau semakin tidak terkendali dan hewan itu menjauh dan menghilang dari pandangan. Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu berhati-hati jika keluar rumah atau hendak ke kebun.

"Kepada masyarakat agar 3 hari ke depan tidak melakukan aktivitas apapun di kebun, tetap waspada dalam melakukan aktivitas di luar rumah dan tidak sendiri. Harus selalu berkelompok dan minimal 5 orang. Ini untuk keselamatan kita semuanya," terangnya. (B)

Reporter: Reza Fahlefy

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga