Mengenal Tukul Arwana, Berjuang dari Bawah hingga Jadi Pelawak Sukses

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Rabu, 02 Februari 2022
0 dilihat
Mengenal Tukul Arwana, Berjuang dari Bawah hingga Jadi Pelawak Sukses
Tukul Arwana saat memandu acara. Foto: Repro Detikcom

" Tukul memulai karirnya dengan hidup susah sehingga membuatnya harus berjuang keras "

JAKARTA, TELISIK.ID - Siapa yang tidak kenal Tukul Arwana? Ya, seorang pelawak yang kini sukses di Tanah Air.

Kendati saat ini sudah bergelimang harta, Tukul memulai karirnya dengan hidup susah sehingga membuatnya harus berjuang keras.

Sebelum di dunia komedi, ia pernah bekerja sebagai sopir angkot hingga truk. Setelah jatuh bangun, ia pun memperoleh popularitas lewat dunia lawak di layar kaca.

Melansir viva.co.id, sosok Tukul Arwana menyedot publik saat membawakan program talkshow “Empat Mata” yang tayang di TV7 (kini-Trans7) saat usianya menginjak 42 tahun.

Jargon "kembali ke laptop", yang selalu ia ucapkan saat bertanya ke bintang tamu, menjadi trendsetter saat itu.

Tukul memiliki nama asli Riyanto. Nama Tukul tersebut ditambahkan karena ia sering sakit-sakitan. Tukul kecil diasuh oleh tetangganya, Suwandi. Orang tuanya, Abdul Wahid dan Sutimah, menitipkan Tukul ke tetangganya itu karena Suwandi sangat menginginkan anak angkat.

Tukul yang lahir di Semarang, 16 Oktober 1963 ini betul-betul hidup dalam serba kekurangan.

Saat ia duduk di bangku kelas 3 SMP Muhammadiyah Indraprasta, Suwandi mengalami krisis ekonomi. Puncaknya adalah ketika sekolah di SMA Ibu Kartini, Semarang. Tukul pun mulai sulit membayar biaya sekolah.

Untuk mengakalinya, Tukul dengan segenggam tekad mencari berbagai pekerjaan sambilan demi bisa menghidupi dirinya. Ia pun memutuskan menjadi sopir angkot jurusan Johar-Panggung di Semarang. Selang 2 tahun, ia pun menjadi sopir truk gas elpiji.

Pada 1992, saat usianya 29 tahun, Tukul hijrah ke ibukota bersama Joko Dewo dan Tony Rastafara. Selang beberapa tahun tinggal di Jakarta, nasib Tukul pun belum beruntung. Meskipun ia, yang memiliki bakat melawak sejak duduk di bangku SD, mengikuti lomba lawak mulai dari tingkat kotamadya, provinsi, hingga Jabotabek.

Menginjak umur 32 tahun, dengan bermodalkan nekat, Tukul menikahi Susiana, perempuan asal Minang. Mereka tinggal di kontrakan daerah Cipete Utara, Jakarta Selatan.

Untuk menyambung hidupnya, Tukul pun mencoba peruntungan melamar pekerjaan di Radio Humor SK. Nasib mujur pun mulai mengampirinya, Tukul bekerja di sana bersama pelawak senior Bagito, Patrio, Ulfa Dwiyanti, dan lainnya.

Titik balik kehidupan Tukul semakin memancar setelah ia mendapat tawaran untuk berptisipasi dalam produksi Lenong Rumpi oleh Ramon Papana. Apalagi saat itu, Tukul ikut mendampingi penyanyi cilik Joshua Suhermani dalam video klip lagu “Air”.

Semenjak itu, gerbang kesuksesan mulai terbuka. Tukul pun diminta menjadi presenter dalam acara "Aduhai" di TPI serta acara "Dangdut Ria" di Indosiar.

Tidak lama berselang, kariernya semakin cemerlang setelah didaulat sebagai presenter “Empat Mata” yang tayang di TV7 (dulu-Trans7) pada September 2005. Alhasil, Tukul dapat dibilang sukses membawa program ini.

Baca Juga: Mengenal Sosok J.K. Rowling, Sang Penulis Novel Harry Potter

Kendati demikian, ternyata acara “Empat Mata” pernah beberapa kali ditegur oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) karena pembawaan Tukul dianggap terlalu berlebihan.

Pada tahun 2007, “Empat Mata” menampilkan adegan Sumanto si manusia kanibal. Sedangkan di tahun berikutnya, acara tersebut menampilkan adegan makan katak hidup-hidup.

Akhirnya KPI pun melarang “Empat Mata” untuk tayang lagi. Untuk menyiasatinya, “Empat Mata” pun berganti nama menjadi “Bukan Empat Mata”.

Berkat pembawaan Tukul yang terlihat ndeso dan kocak, program ini memboyong penghargaan Panasonic Awards tahun 2009 dan 2010 untuk kategori talkshow hiburan.

Setelah cukup lama membawakan acara "Bukan Empat Mata" hampir 11 tahun, Tukul tidak lagi membawakan program yang melambungkan namanya ini. Program “Bukan Empat Mata” stop tayang di Trans7 pada tahun 2016.

Pada tahun ini pula Tukul mencatat cobaan dalam hidupnya. Setelah menikmati kesuksesan bersama keluarga, ia ditinggalkan istrinya Susi karena dipanggil Sang Khalik. Kini tugas berat Tukul untuk membimbing dan membesarkan ketiga anaknya.

Tukul pun bangkit kembali. Pada tahun 2017, ia kembali diminta menjadi presnter taklshow di Kompas TV dengan program "The Interview with Tukul Arwana". Aksi-aksinya wong ndeso dan rezeki kota, selalu ditunggu pemirsa di layar kaca.

Baca Juga: Kisah Sukses Chairul Tanjung, Teladan Bagi Pengusaha Indonesia

Setelah dirangkum, berikut profil singkat dari Tukul Arwana yang dikutip dari PortalJember.com:

Nama asli: Riyanto

Nama panggung: Tukul Arwana

Tempat, tanggal lahir: Semarang, 16 Oktober 1963

Agama: Islam

Kewarganegaraan: Indonesia

Pendidikan: SMP Muhammadiyah Indraprasta dan SMA Ibu Kartini

Orangtua: Abdul Wahid (Alm. Ayah) dan Sutimah (Alm. Ibu)

Anak: Ega Prayudi (adopsi), Novita Eka Afriana, dan Wahyu Jovan Utama

Pasangan: Susiana (Alm. 2016)

Instagram: @tukul.arwanaofficial

YouTube: TUKUL ARWANA TV. (C)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali 

Baca Juga