TEL AVIV, TELISIK.ID - Militer Israel terus menggempur Gaza bahkan di camp pengungsian, masjid, sekolah dan beberapa fasilitas yang banyak digunakan sebagai tempat berlindung warga sipil di Gaza.

Perwakilan WHO di wilayah pendudukan Palestina, Richard Peeperkorn, mengungkapkan bahwa petugas medis di Jalur Gaza menghadapi kendala dalam menjalankan misi karena tentara Israel menginspeksi staf medis di pos-pos pemeriksaan. Dua staf PRCS yang sedang dalam perjalanan ke Gaza utara, ditahan selama lebih dari satu jam oleh tentara Israel.

"Tidak boleh ada seorang pun petugas medis yang ditahan," kata Peeperkorn, dilansir dari Antaranews.com.

WHO juga mengungkapkan, truk bantuan yang membawa pasokan medis dan salah satu ambulans yang membawa pasien dari Rumah Sakit Al-Ahli, tertembak saat memasuki Kota Gaza dan dalam perjalanan kembali menuju Gaza selatan.

Staf WHO melihat salah satu dari mereka (staf Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina/PRCS) diminta berlutut sembari ditodong senjata dan kemudian dibawa ke tempat tertutup.