adplus-dvertising

Dinobatkan Sebagai Desa Terkaya di Dunia, Ini 5 Fakta Menarik Desa Huaxi China

Nurdian Pratiwi, telisik indonesia
Sabtu, 22 Oktober 2022
0 dilihat
Dinobatkan Sebagai Desa Terkaya di Dunia, Ini 5 Fakta Menarik Desa Huaxi China
Diketahui tiap penduduk desa Huaxi diberikan £100 ribu atau setara dengan Rp1 miliar di bank. Foto: Repro Hipwee.com

" Jika umumnya sebuah desa identik dengan pemukiman yang sederhana dan memiliki ekonomi menengah kebawah, berbeda halnya dengan salah satu desa asal China berikut ini "

HUAXI, TELISIK.ID - Jika umumnya sebuah desa identik dengan pemukiman yang sederhana dan memiliki ekonomi menengah kebawah, berbeda halnya dengan salah satu desa asal China berikut ini.

Mengutip dari Liputan6.com, Sebuah desa yang terletak di timur kota Jiangyin, Provinsi Jiangsu, dijuluki sebagai desa terkaya di China.

Desa yang pada 1950-an masih berupa persawahan, saat ini berubah menjadi tempat yang menyediakan kekayaan bagi penduduknya.

Selama bertahun-tahun, desa yang berlokasi dua jam dari Shanghai itu, digunakan Pemerintah China untuk menunjukkan kesuksesan rezim Komunis yang mengubah desa miskin menjadi yang terkaya hanya dalam setengah abad.

Baca Juga: 100 Situs Bersejarah Islam di Madinah Akan Dipulihkan

Saat memasuki pintu masuk Desa Huaxi, terpampang tanda besar bertuliskan "Desa Nomor Satu yang Terletak di Bawah Langit".

Seperti dikutip dari 99.co, diketahui tiap penduduk desa yang didirikan oleh mantan sekretaris Komite Partai Komunis Desa Huaxi, Wu Renbao, diberikan £100 ribu atau setara dengan Rp1 miliar di bank. Tapi, ketika pindah kewarganegaraan kamu akan kehilangan semuanya.

Berikut beberapa fakta dari Desa Huaxi:

1. Terdapat Gedung Pencakar Langit dengan 72 Lantai

Tahun ini desa Huaxi akan merayakan ulang tahunnya yang ke 59 tahun. Desa ini dikelola oleh kota Jiangyin, Provinsi Jiangsu yang wilayahnya terletak di daerah pesisir.

Provinsi ini dikenal dengan sumber daya pertaniannya yang melimpah serta pemandangannya yang indah.

Selain itu, Terlihat di dalam desa terkaya ini ada sebuah gedung pencakar langit dengan 72 lantai. Tingginya 328 meter, di mana empat meter lebih tinggi dari Menara Eiffel di Paris.

2. Desa Terkaya yang Memiliki Hotel Berisi Emas

Di dalam Gedung pencakar langit itu terdapat hotel bintang lima yang dinamai ‘Long Wish International Hotel’. Hotelnya berisikan 826 kamar dengan 16 model kamar suite presiden dan 1 suite residen ‘emas’.

Jika menginap di sini kamu harus rela merogoh kocek sebanyak 100.000 Yuan atau Rp204 juta per malamnya.

Model kamar suite presiden merupakan representasi khas dari ide kekayaan Tiongkok. Yaitu, ada lampu kristal besar, rak berlapis emas, pemandian marmer, dan perabotan mahoni.

Bahkan di lantai 60 untuk kamar suite presiden emas terdapat sebuah patung bling sapi yang konon katanya dibuat dari satu ton emas murni.

3. Transportasi Umum Berupa Helikopter

Desa terkaya ini juga diberikan fasilitas umum dari negara berupa helikopter. Perusahaan penerbangan Tongyong, operator helikopter yang disewa pemerintah mengatakan bahwa, semua perjalanan dari kota satu ke kota berikutnya hanya membutuhkan  waktu kurang dari 10 menit.

Baca Juga: Bukan Bermain atau Sekolah, Anak 13 Tahun di India Dipaksa Menikah dengan Pria Tua

4. Rata-Rata Tabungan Warga Rp 3,3 miliar

Terdapat sekitar 2.000 penduduk yang hidup di rumah besar dan memiliki mobil mewah.

Desa itu menyediakan fasilitas luar biasa bagi penduduk asli, seperti layanan kesehatan, pendidikan, rumah mewah, mobil, yang semuanya gratis, dengan jumlah tabungan minimal milik penduduknya Rp 3,3 miliar.

5. Memiliki Replika Landmark Dunia

Huaxi juga disebut sebagai "World Park", di mana banyak replika simbol ikonik dunia terdapat di sana, seperti Patung Liberti, Arc de Triomphe, dan Sydney Opera House.

Bahkan desa tersebut memiliki miniatur monumen terkenal negaranya, seperti Tembok Besar China dan Kota Terlarang. Sebagai tambahan, Huaxi juga memiliki 800 reliks kuno yang disimpan di sebuah museum.

Bagaimana? Anda tertarik berkunjung atau bahkan tinggal di Desa Huaxi? (C)

Penulis: Nurdian Pratiwi

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga