Duit MBG Mandek, Ratusan SPPG di Sejumlah Wilayah Indonesia Keok

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 11 Juni 2026
0 dilihat
Duit MBG Mandek, Ratusan SPPG di Sejumlah Wilayah Indonesia Keok
Dana operasional belum cair, ratusan SPPG di berbagai daerah menghentikan layanan program MBG. Foto: Repro Pasbana

" Keterlambatan pencairan dana program Makan Bergizi Gratis membuat ratusan dapur gizi di berbagai daerah berhenti beroperasi "

JAKARTA, TELISIK.ID - Keterlambatan pencairan dana program Makan Bergizi Gratis membuat ratusan dapur gizi di berbagai daerah berhenti beroperasi, mengganggu distribusi makanan bagi penerima manfaat.

Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah Indonesia menghentikan sementara operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian layanan terjadi di Aceh, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Barat akibat dana operasional yang belum masuk ke rekening pengelola.

Di Banda Aceh, tujuh dapur SPPG terpaksa menghentikan pelayanan karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum diterima. Kondisi tersebut membuat pengelola tidak lagi memiliki anggaran untuk menjalankan aktivitas dapur sehari-hari.

Koordinator SPPG Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza, mengatakan dana yang selama ini digunakan untuk operasional telah habis sementara penggantian dana dari pusat belum diterima.

"Saldo dana belum dikirim, jadi dana utama yang dipakai untuk melaksanakan operasional dapur itu sudah tidak ada. Saat ini mereka masih menunggu top up dana dari BGN pusat," kata Reza, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (11/6/2026).

Menurut Reza, dari total 37 dapur MBG yang beroperasi di Banda Aceh, hanya tujuh dapur yang terdampak penghentian layanan. Dapur lainnya masih beroperasi karena memiliki sisa dana operasional.

Kondisi serupa terjadi di Batam. Lebih dari 50 dapur SPPG menghentikan operasional karena anggaran yang bersumber dari APBN belum masuk ke virtual account masing-masing dapur.

Koordinator MBG Wilayah Batam, Defri Fernaldi, menjelaskan penghentian operasional mulai terjadi sejak Senin. Pengelola tidak diperbolehkan menjalankan program apabila dana belum tersedia dan juga tidak diperkenankan menggunakan dana talangan dari mitra.

"Terkait berhentinya operasional beberapa SPPG memang terjadi mulai hari ini, hal ini dikarenakan belum turunnya anggaran operasional untuk SPPG," ujarnya.

Defri menyebut pihaknya mendapat informasi bahwa proses top up anggaran sedang dilakukan oleh tim keuangan dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), sehingga operasional dapat kembali berjalan setelah dana masuk ke rekening.

Dampak yang lebih luas terjadi di Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 195 dapur SPPG menghentikan operasional sambil menunggu pencairan dana MBG dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Korupsi, MBG, dan Harapan

Akibat keterlambatan tersebut, ratusan ribu penerima manfaat tidak menerima distribusi makanan sebagaimana biasanya. BGN Regional NTB memastikan kendala yang terjadi berkaitan dengan proses pencairan anggaran yang masih berlangsung.

"Jadi memang tidak operasionalnya itu menunggu pencairan dana. Hari ini ada pencairan lagi, nanti berprogres, nanti hari ini ada pencairan lagi, nanti akan segera, kami optimalkan semua," kata Kepala BGN Regional NTB, Eko Prasetyo.

Di Jawa Tengah, sebanyak 20 SPPG di Kota Solo juga menghentikan layanan karena alasan yang sama. Sementara itu, di Kabupaten Brebes, 50 dari total 182 SPPG tidak beroperasi.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Brebes, Arya Dewa Nugroho, menjelaskan 31 dapur mengalami keterlambatan pencairan dana akibat proses administrasi. Adapun 19 dapur lainnya berstatus suspend.

"Ada 50 SPPG yang berhenti sementara. Sebanyak 31 karena dana belum cair karena keterlambatan pencairan dari pejabat pembuat komitmen (PPK). Kalau 19 SPPG lainnya sedang suspend," jelas Arya.

Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon yang turut mengalami penghentian layanan dapur MBG.

Di tengah laporan penghentian operasional tersebut, Kepala BGN Nanik S. Deyang membantah adanya hambatan penyaluran dana program MBG. Ia menegaskan pencairan dana operasional telah dilakukan secara bertahap sejak Jumat (5/6/2026).

"Sebagian dari hoaks. Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat," kata Nanik usai pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Nanik, proses pencairan memang dilakukan secara bertahap sehingga sebagian daerah menerima dana lebih awal dibanding daerah lainnya.

"Jadi memang ada beberapa yang Jumat itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan," ujarnya.

Baca Juga: Penyidikan MBG Mengembang, Kejagung Siapkan Opsi Periksa Kepala BGN Nanik S Deyang

Nanik juga mengungkapkan adanya laporan pencairan anggaran dalam jumlah besar pada hari yang sama.

"Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan Rp5 triliun ya dicairkan hari ini," katanya.

Ia menegaskan persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan aspek administratif dan teknis pencairan anggaran, bukan penghentian program maupun pendanaan MBG.

"Jadi tidak ada masalah, masalah teknis saja," tutupnya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga