Edukasi Tren Kecantikan 2026: Kenali Pemicu Melasma, Kulit Kusam, dan Solusi Medis Tepat ala Klinik Riyena
Ana Pratiwi, telisik indonesia
Kamis, 11 Juni 2026
0 dilihat
Kenali pemicu melasma, kulit kusam dan solusi tepat ala dr. Dewi Akka Klinik Riyena Kendari. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
" Masalah kesehatan kulit wajah tetap menjadi perhatian besar bagi masyarakat Kota Kendari "

KENDARI, TELISIK.ID - Masalah kesehatan kulit wajah tetap menjadi perhatian besar bagi masyarakat Kota Kendari, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem belakangan ini.
Dua problem utama yang paling sering dikeluhkan oleh kaum hawa di ibu kota Sulawesi Tenggara ini adalah kemunculan flek hitam (melasma) dan kulit kusam akibat paparan polusi serta sinar matahari.
Dokter praktisi estetika Klinik Riyena Kendari, dr. Dewi Akka, menjelaskan bahwa dalam dunia medis, flek hitam dikenal dengan istilah melasma.
Namun, tidak semua pigmentasi gelap pada wajah dikategorikan sebagai melasma.
Ada pula yang disebut lentigo bercak kecokelatan mirip tahi lalat akibat efek buruk sinar matahari serta Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi (HPI) yang dipicu oleh bekas jerawat.
Menurut dr. Dewi Akka, kemunculan melasma secara garis besar dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu internal dan eksternal.
"Faktor internal berasal dari dalam tubuh, seperti fluktuasi hormon akibat penggunaan pil KB maupun faktor hormonal alami saat masa kehamilan. Sementara faktor eksternal yang paling mendominasi di Kota Kendari saat ini adalah paparan radiasi matahari yang sangat terik," ujar dr. Dewi Akka.
Baca Juga: Wow Sale Informa Kendari Diskon 50 Persen, Manjakan Gen Z dan Milenial
Selain faktor cuaca, dr. Dewi Akka juga menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam menggunakan tabir surya (sunscreen).
Sebagai langkah preventif, ia mengedukasi masyarakat agar rutin mengaplikasikan ulang (re-apply) sunscreen sebanyak dua ruas jari setiap dua jam sekali.
Langkah ini wajib dilakukan, baik bagi yang aktif di lapangan maupun di dalam ruangan, karena radiasi lampu dan hawa panas tetap berpotensi memicu melasma.
Selain melasma, tingginya mobilitas di jalanan menggunakan sepeda motor sering kali membuat wajah tampak kusam akibat penumpukan sel kulit mati.
Dokter Dewi Akka memaparkan bahwa regenerasi kulit secara normal biasanya terjadi setiap 28 hari atau dua minggu sekali.
Namun, faktor suhu ekstrem, debu, polusi, dan ketidakcocokan produk skincare sering kali menghambat proses pengelupasan alami tersebut.
Akibatnya, sel kulit mati menumpuk, menyebabkan wajah terasa kusam, gatal, dan produk kosmetik menjadi sulit menempel.
"Pertolongan pertama saat tiba di ruangan setelah berkendara adalah rutin membersihkan wajah. Bagi pemilik kulit berminyak (oily) yang mendominasi hampir 80 persen pasien di Sulawesi, sangat disarankan menerapkan metode double cleansing," tuturnya.
Guna mengatasi penumpukan sel kulit mati tersebut, Klinik Riyena menghadirkan solusi perawatan klinis seperti facial terstandar yang dianjurkan secara berkala, dikombinasikan dengan penggunaan produk rumahan yang aman dan ber-BPOM seperti kandungan retinol atau vitamin C untuk mencerahkan.
Menjawab kebutuhan pasar, Manager Klinik Riyena Kendari, Yeni Eriani, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 ini, minat masyarakat terhadap perawatan estetika medis yang aman dan teruji klinis meningkat tajam.
Edukasi digital membuat pasien kini lebih selektif dan cerdas dalam memilih tindakan.
"Tren perawatan paling top dan paling diminati sepanjang tahun 2026 ini adalah Skin Booster, salah satunya menggunakan DNA Salmon. Di tengah dinamisnya tren estetika, pasien kini beralih ke skin booster di Klinik Riyena karena terbukti efektif memperbaiki dan memperkuat barier kulit (skin barrier) langsung dari dalam," ungkap Yeni Eriani.
Baca Juga: Manfaat Air Beras untuk Rambut, Solusi Alami Lebih Sehat dan Berkilau
Untuk kasus melasma atau flek yang bersifat menahun, Klinik Riyena menawarkan keunggulan berupa kombinasi perawatan komprehensif, yakni perbaikan dari dalam melalui skin booster DNA Salmon serta tindakan dari luar menggunakan teknologi laser khusus flek.
Seluruh prosedur dilakukan secara terukur berdasarkan respons kulit pasien dengan standar evaluasi medis yang ketat.
Menutup perbincangan, Yeni Eriani selaku manager memberikan pesan edukatif sekaligus menegaskan visi utama dari eksistensi Klinik Riyena bagi masyarakat luas.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan produk instan ilegal yang menjanjikan hasil cepat namun mengandung merkuri berbahaya. Percayakan kesehatan kulit pada klinik yang memiliki kompetensi medis resmi. Sesuai visi kami, Harga Terjangkau, Hasil Maksimal, Klinik Riyena hadir untuk merangkul segmen pasar yang luas agar semua kalangan memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perawatan kulit yang sehat, aman, dan berkualitas," pungkas Yeni Eriani. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS