Obat Langka di Apotek Indonesia Imbas Rupiah Lemah, Begini Penjelasan Kepala BPOM

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 11 Juni 2026
0 dilihat
Obat Langka di Apotek Indonesia Imbas Rupiah Lemah, Begini Penjelasan Kepala BPOM
BPOM jelaskan kelangkaan obat dipicu rupiah melemah yang menaikkan harga bahan baku impor farmasi. Foto: Repro Merdeka.com

" BPOM RI menegaskan pemerintah terus berupaya mencegah potensi kelangkaan obat "

JAKARTA, TELISIK.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menegaskan pemerintah terus berupaya mencegah potensi kelangkaan obat. Tekanan nilai tukar rupiah yang berdampak langsung pada kenaikan harga bahan baku impor industri farmasi.

Kondisi tersebut mulai memunculkan gejala penyesuaian biaya produksi dalam beberapa bulan terakhir, terutama pada obat-obatan yang masih bergantung pada bahan baku dari luar negeri.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa situasi tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut ketersediaan obat esensial bagi masyarakat.

Ia menuturkan bahwa kenaikan harga bahan baku mulai terasa dalam dua hingga tiga bulan terakhir seiring pelemahan rupiah terhadap sejumlah mata uang negara pemasok.

Baca Juga: Duit MBG Mandek, Ratusan SPPG di Sejumlah Wilayah Indonesia Keok

"Of course [bisa langka obat], oleh karena itu supaya mencegah itu kami dari pemerintah ingin membantu supaya kita tetap juga memberikan endorse kepada pelaku usaha industri. Jangan dong dihentikan karena ini kan obat-obat esensial yang dibutuhkan rakyat," kata Taruna usai rapat bersama DPR, seperti dikutip dari Bloomberg Technoz, Kamis (11/6/2026).

Menurut BPOM, salah satu langkah yang dilakukan adalah mempermudah industri farmasi dalam melakukan perubahan sumber bahan baku dari negara lain. Pergantian pemasok selama ini membutuhkan proses pengujian yang panjang, mulai dari uji stabilitas hingga uji standar, yang berdampak pada tambahan biaya produksi.

"Itu caranya kita bantu. Kita lakukan diskresi di Indonesia untuk membantu industri. Karena itu kan butuh biaya biasa antara 15 sampai 30%. Kalau di sininya sudah terstandar, berarti harganya bisa tetap terkendali," ujar Taruna.

Baca Juga: Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap

Badan Pengawas Obat dan Makanan juga mempercepat proses perizinan serta memberikan pendampingan kepada industri farmasi yang melakukan penyesuaian kemasan produk.

Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya produksi tanpa mengurangi standar mutu dan keamanan obat yang beredar di masyarakat.

Pemerintah menegaskan koordinasi dengan pelaku industri akan terus diperkuat agar rantai pasok bahan baku tetap stabil. Upaya ini juga diarahkan untuk menjaga agar kenaikan biaya produksi tidak sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat melalui lonjakan harga obat di pasaran. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga