adplus-dvertising

Muhammadiyah Ormas Terdepan dalam Kondisi Darurat COVID-19

Affan Safani Adham, telisik indonesia
Kamis, 14 Mei 2020
865 dilihat
Muhammadiyah Ormas Terdepan dalam Kondisi Darurat COVID-19
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, MSi, mengatakan, Muhammadiyah telah teruji dalam masa sulit pandemi COVID-19. Foto: Ist.

" Alhamdulillah, gerakan sosialnya terbukti. "

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang paling depan dan tanpa ragu-ragu dalam memberikan kodifikasi bimbingan dan tuntunan ibadah dalam kondisi darurat COVID-19.

Dalam tabligh akbar online "Gema Kampus Ramadan" Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (11/5/2020) lalu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir, MSi, menilai, Muhammadiyah telah teruji dalam mengamalkan pandangan teologisnya di masa sulit pandemi COVID-19.

Menurut Haedar, yang kita perlu hadirkan adalah bagaimana Muhammadiyah membangun relasi kemanusiaan yang empatik melalui ukhuwah dan ta'awun.


"Alhamdulillah, gerakan sosialnya terbukti," tandas Haedar Nashir, yang menambahkan, Lazismu dan ‘Aisyiyah beserta amal usahanya sudah berkiprah.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Berbagi Tips Cara Itikaf di Rumah

Haedar Nashir meminta warga Persyarikatan Muhammadiyah untuk menumbuhkan rasa empati kepada warga berpenghasilan rendah.

"Justru itu harus menjadi perhatian kita yang lebih," ungkapnya.  

Dikatakan Haedar, negara seharusnya berada di garda depan ketika menghadapi situasi seperti ini.

"Bukankah fakir-miskin itu harus ditanggung oleh negara? Bagaimana caranya, itu tugas pemimpin yang diangkat dan dipilih rakyat," papar Haedar Nashir.

Baca juga: Gerakan Makan Ikan untuk Kesehatan Tubuh di Tengah Pandemi COVID-19

Bagi Haedar, Muhammadiyah akan tetap berperan. "Ada atau tidak ada penghargaan kepada kita, dalam situasi apapun Muhammadiyah insya Allah akan tetap berperan," kata Haedar Nashir.

Muhammadiyah harus tetap mencerahkan spiritual, moral, iman, takwa, alam pikiran dan orientasi tindakan umat dan warga bangsa serta elit bangsa.

Itu tugas Muhammadiyah yang disebut pencerahan. Dan Islam yang memajukan adalah Islam yang memberi solusi, Islam yang memperkaya hati, alam pikiran dan orientasi tindakan kita.

Baca juga: Nenek 75 Tahun dan Ibunya yang Berusia 101 Tahun Tinggal di Bekas Gudang Padi

"Bahkan di kala musibah kita harus semakin kuat iman dan takwanya," tutur Haedar.

Biarpun sebagian umat kita belum siap, dikatakan Haedar, sadarkan mereka dengan hikmah. Begitu juga dalam konteks kebangsaan, ketika masih banyak praktek-praktek berbangsa dan bernegara yang salah urus dan salah berpikir.

"Muhammadiyah tidak boleh lelah untuk terus meyakinkan banyak pihak, terus mencerahkan alam pikiran orang, dan mengubah keadaan," ungkap Haedar.

Reporter: Affan Safani Adham

Editor: Rani

Baca Juga