Negara Raksasa NATO Akui Iran Menang, Trump Dibuat Malu
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Rabu, 29 April 2026
0 dilihat
Donald Trump disorot setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz kritik keras diplomasi Amerika Serikat terhadap Iran. Foto: Repro Al Jazeera
" Ketegangan diplomasi global memanas setelah pernyataan mengejutkan Kanselir Jerman soal posisi Amerika Serikat yang dinilai kalah dalam menghadapi strategi negosiasi Iran "

BERLIN, TELISIK.ID - Ketegangan diplomasi global memanas setelah pernyataan mengejutkan Kanselir Jerman soal posisi Amerika Serikat yang dinilai kalah dalam menghadapi strategi negosiasi Iran.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, melontarkan kritik terbuka terhadap Amerika Serikat dalam dinamika diplomasi terbaru dengan Iran. Dalam pernyataannya, ia menilai Washington mengalami kesulitan menghadapi pendekatan negosiasi Teheran yang dinilai tidak konvensional namun efektif.
Berdasarkan laporan The Guardian, Merz menyampaikan pandangannya saat berbicara di hadapan mahasiswa di Marsberg. Ia menyoroti bagaimana proses diplomasi yang dilakukan Amerika Serikat tidak menghasilkan kemajuan berarti, bahkan cenderung dimanfaatkan oleh Iran untuk mengulur waktu tanpa kesepakatan konkret.
"Orang-orang Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya, sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan orang-orang Amerika melakukan perjalanan ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun," ujar Merz, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (29/4/2026).
Menurut Merz, situasi tersebut menjadi pukulan terhadap citra Amerika Serikat di tingkat global. Ia juga menyinggung peran Pengawal Revolusi Iran yang dinilai memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan arah kebijakan negara tersebut.
Baca Juga: Tradisi Bikin Geleng Kepala, Tamu di Tempat Ini Disuguhkan Istri Tuan Rumah Main Ranjang
"Seluruh bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh kelompok yang disebut Pengawal Revolusi ini. Dan saya berharap hal ini berakhir secepat mungkin," kata Merz.
Pernyataan itu muncul setelah Donald Trump membatalkan rencana perjalanan tim negosiator Amerika Serikat ke Islamabad untuk pembicaraan tidak langsung dengan Iran. Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance telah memimpin delegasi ke Pakistan, namun pertemuan tersebut tidak menghasilkan perkembangan signifikan.
Trump sendiri menyatakan bahwa posisi Amerika Serikat tetap lebih kuat dibandingkan Iran. Ia menegaskan bahwa pihak Teheran seharusnya mengambil langkah lebih dulu untuk membuka komunikasi.
"Kami memegang semua kartu. Jika Teheran ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami," kata Trump.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperlihatkan kedekatan dengan Rusia melalui pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow. Dalam kesempatan tersebut, Araghchi menegaskan bahwa tekanan ekonomi dari Amerika Serikat tidak melemahkan negaranya.
"Dunia kini telah menyadari kekuatan sejati Iran. Telah menjadi jelas bahwa Republik Islam Iran adalah sistem yang stabil, solid, dan kuat," ujar Araghchi.
Baca Juga: Dukun AI Pembaca Masa Depan Viral di Korea Selatan
Putin turut menyampaikan komitmen Rusia untuk mendukung stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi. Ia menekankan pentingnya menjaga kepentingan bersama di tengah meningkatnya ketegangan.
"Rusia akan melakukan segalanya yang melayani kepentingan Iran, kepentingan semua orang di kawasan ini, sehingga perdamaian dapat dicapai sesegera mungkin," tutur Putin.
Sementara itu, situasi di kawasan Timur Tengah masih menunjukkan potensi eskalasi. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan bahwa opsi militer tetap terbuka sebagai respons terhadap ancaman dari kelompok yang didukung Iran.
"Masih ada dua ancaman utama dari Hizbullah: roket 122mm dan drone. Ini menuntut kombinasi aktivitas operasional dan teknologi," pungkas Netanyahu.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa dinamika konflik di Timur Tengah tidak hanya berlangsung melalui jalur diplomasi, tetapi juga dibayangi kemungkinan peningkatan ketegangan militer di lapangan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS