Nelayan dan Anak Tewas Usai Perahu Terbalik di Perairan Talaga Raya Buton Tengah

Elfinasari, telisik indonesia
Senin, 19 Januari 2026
0 dilihat
Nelayan dan Anak Tewas Usai Perahu Terbalik di Perairan Talaga Raya Buton Tengah
Jasad nelayan LOZ (48) usai dievakuasi oleh personel kepolisian. Foto: Ist.

" Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Buton Tengah. Seorang nelayan bersama anaknya dilaporkan tewas setelah perahu yang mereka gunakan terbalik di sekitar perairan Pelabuhan Transito, Kecamatan Talaga Raya "

BUTON TENGAH, TELISIK.ID – Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Buton Tengah. Seorang nelayan bersama anaknya dilaporkan tewas setelah perahu yang mereka gunakan terbalik di sekitar perairan Pelabuhan Transito, Kecamatan Talaga Raya, Sabtu malam (17/1/2026).

Korban merupakan ayah dan anak berinisial LOZ (48) dan MAM (9), warga Lingkungan Wameo, Kelurahan Talaga I, Kecamatan Talaga Raya.

Kasi Humas Polres Buton Tengah, Iptu Thamrin, menjelaskan bahwa peristiwa bermula sekitar pukul 18.30 Wita, saat korban bersama anaknya pergi ke laut untuk menjaring ikan.

“Saat itu kondisi cuaca di perairan Talaga Raya tidak bersahabat, angin kencang disertai gelombang setinggi 2 hingga 3 meter,” ungkapnya, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Kampung Nelayan Merah Putih Senilai Rp 13 Miliar Mulai Dibangun di Muna

Sekitar pukul 19.35 Wita, warga mendatangi Mapolsek Talaga Raya dan melaporkan adanya perahu terbalik di sekitar Pelabuhan Transito. Beberapa saksi mengaku melihat cahaya senter dari arah laut sebelum menemukan tubuh korban mengapung.

Anggota Polsek Talaga Raya, Brigadir Anil Al Amin, mengatakan bahwa dirinya bersama Aipda Tasmin langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.

“Saat tiba di Pelabuhan Transito, korban sudah tergeletak di atas dermaga. Kami langsung mencari kendaraan untuk segera membawa korban ke Puskesmas Talaga Raya,” ujarnya.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Talaga Raya. Namun, berdasarkan keterangan dr. Vera, dokter jaga Puskesmas Talaga Raya, korban dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan.

“Sekitar pukul 19.45 Wita korban dibawa ke puskesmas. Kami sudah melakukan pemeriksaan denyut jantung dan pernapasan, namun korban dinyatakan meninggal dunia sebelum sampai,” jelas dr. Vera.

Baca Juga: Viral Link Parera 11 Menit dengan Sultan Malay Kembali Meledak di Google, Begini Jejak Digital dan Pola Penyebarannya

Jenazah korban selanjutnya dibawa pihak keluarga ke rumah duka sekitar pukul 20.00 Wita.

Sementara itu, anak korban MAM (9) sempat dinyatakan hilang. Pencarian dilakukan oleh warga hingga akhirnya sekitar pukul 22.00 Wita, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar laut dengan bantuan alat kompresor.

Pihak kepolisian menduga kecelakaan laut ini terjadi akibat cuaca ekstrem. Korban diketahui rutin melaut untuk menjaring ikan, namun diduga tidak memperhitungkan kondisi angin dan gelombang saat kejadian.

Polisi mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar menunda aktivitas melaut saat cuaca tidak mendukung guna mencegah kejadian serupa terulang. (A)

Penulis: Elfinasari

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga