Mulai Dibangun, Patung Oputa Yi Koo Jadi Ikon Sejarah Bangsa

Iradat Kurniawan, telisik indonesia
Kamis, 22 September 2022
0 dilihat
Mulai Dibangun, Patung Oputa Yi Koo Jadi Ikon Sejarah Bangsa
Gubernur Sulawesi Tenggara dalam acara Gruondbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan patung Oputa Yi Koo. Foto: Ist.

" Pembangunan patung Oputa Yi Koo didesain setinggi 23 meter sesuai dengan filosofi bahwa Oputa Yi Koo adalah Sultan ke-23 Kerajaan Buton "

BAUBAU, TELISIK.ID - Pembangunan patung pahlawan nasional Republik Indonesia asal Buton, Oputa Yi Koo yang rencananya akan dibangun di areal Kotamara, Kota Baubau, akhirnya terealisasi.

Pembangunan patung Oputa Yi Koo didesain setinggi 23 meter sesuai dengan filosofi bahwa Oputa Yi Koo adalah Sultan ke-23 Kerajaan Buton.

Patung Oputa Yi Koo akan dibangun dengan posisi telunjuk menunjuk ke arah Pulau Kabaena dengan konstruksi patung akan dibangun di atas air dan dikelilingi ruang terbuka hijau dengan anggaran sebesar Rp 17 miliar.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. H. Pahri Yamsul, M.Si mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan patung rencana akan memakan waktu sekitar 2 tahun.

Baca Juga: Pabrik Tepung Tapioka Siap Dibangun di Desa Kampani

"Pembangunan patung Oputa Yi Koo akan dikerjakan selama 2 tahun dan InsyaAllah akan selesai tahun depan," tutur Pahri Yamsul, Kamis (22/9/2022).

Ritual adat peletakan batu pertama pembangunan patung pahlawan nasional Oputa Yi Koo. Foto: Ist.

 

Dikatakan, pembangunan patung ini merupakan gagasan dari Gubernur Sulawesi Tenggara H Ali Mazi SH, yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 dan akhirnya terealisasi pembangunannya di tahun 2022.

Baca Juga: Wajib Pilih Pilkades di Muna 100.753 Jiwa

Diketahui, ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan patung, dilakukan dengan ritual adat.

Gubernur Ali Mazi usai acara ground breaking menuturkan bahwa patung yang terbuat dari logam dan perunggu itu akan menjadi ikon sejarah bangsa.

"Ini akan menjadi ikon sejarah bangsa. Tidak semua daerah diberi hal seperti ini, sehingga kita patut bersyukur," kata Ali Mazi.

Pembangunannya, kata Ali Mazi, harus dipastikan selesai karena merupakan ikon sejarah Sulawesi Tanggara juga. (B)

Penulis: Iradat Kurniawan

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga