Viral Link Parera 11 Menit dengan Sultan Malay Kembali Meledak di Google, Begini Jejak Digital dan Pola Penyebarannya
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Senin, 19 Januari 2026
0 dilihat
Parera 11 Menit viral di Google setelah ramai dibicarakan warganet lintas media sosial. Foto: TikTok@parera
" Frasa Link Parera 11 Menit kembali viral di Google setelah ramai dibicarakan di media sosial "

JAKARTA, TELISIK.ID - Frasa Link Parera 11 Menit kembali viral di Google setelah ramai dibicarakan di media sosial, memicu lonjakan pencarian dan perbincangan lintas platform digital.
Kata kunci Link Parera 11 Menit kembali menempati posisi teratas pencarian Google dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan tersebut terjadi hampir bersamaan dengan maraknya unggahan di TikTok, X, dan Telegram yang memuat potongan narasi, cuplikan layar, serta klaim keberadaan sebuah video berdurasi sebelas menit yang disebut sebagai versi lengkap.
Fenomena ini tidak muncul secara tiba-tiba. Pola awalnya terlihat dari sejumlah akun media sosial yang membagikan potongan informasi tanpa konteks utuh. Unggahan tersebut kemudian disebarluaskan ulang oleh pengguna lain, sehingga algoritma platform membaca topik itu sebagai tren yang layak ditampilkan ke lebih banyak linimasa pengguna.
Sejumlah warganet mengaitkan istilah Link Parera 11 Menit dengan sebuah rekaman video call yang diklaim bersifat pribadi.
Melansir Jabarekspres, Senin (19/1/2026), narasi yang beredar menyebutkan adanya sosok perempuan bernama Parera dan seorang pria dengan julukan Sultan Malay.
Namun, hingga kini, klaim tersebut tidak disertai bukti terverifikasi atau penjelasan resmi dari pihak terkait.
Baca Juga: Link Viral Parera Blunder Live Terpecah 8 Video, Begini Penjelasannya
“Narasi ini beredar luas di media sosial tanpa kejelasan sumber dan tanpa konfirmasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” tulis salah satu pengguna X dalam unggahan yang ikut viral.
Pernyataan serupa juga muncul di kolom komentar berbagai platform, menunjukkan adanya keraguan publik terhadap validitas informasi tersebut.
Lonjakan pencarian semakin tinggi karena banyak tautan yang diklaim sebagai akses menuju video lengkap. Namun, penelusuran menunjukkan sebagian besar tautan tersebut justru mengarah ke situs pihak ketiga yang tidak relevan.
Beberapa bahkan berpotensi mengandung risiko keamanan digital bagi pengguna, seperti iklan berlebihan atau pengalihan halaman yang tidak jelas tujuannya.
Pola ini bukan hal baru dalam lanskap digital. Istilah atau nama yang sedang ramai kerap dimanfaatkan untuk menarik klik. Ketika rasa penasaran publik meningkat, kata kunci tertentu menjadi alat efektif untuk meningkatkan lalu lintas, meski informasinya belum tentu benar atau lengkap.
Efek Fear of Missing Out atau FOMO turut berperan dalam mempercepat penyebaran isu ini. Saat satu topik terlihat dibicarakan secara masif, pengguna lain terdorong untuk ikut mencari agar tidak tertinggal arus percakapan. Dalam kondisi tersebut, proses verifikasi sering kali terabaikan.
Seorang pengamat literasi digital menyebutkan bahwa situasi semacam ini menuntut kehati-hatian ekstra. “Masyarakat perlu membedakan antara informasi yang terkonfirmasi dan sekadar narasi viral yang belum jelas asal-usulnya,” ujarnya dalam diskusi daring yang dikutip dari unggahan publik.
Baca Juga: Viral Link Video TikToker Cantik Parera 11 Menit Beredar, Begini Penjelasannya
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang memastikan keberadaan atau isi video yang dimaksud dalam istilah Link Parera 11 Menit. Aparat maupun pihak terkait juga belum memberikan pernyataan terbuka mengenai isu tersebut.
Kondisi ini memperkuat pentingnya sikap kritis dalam menyikapi tren pencarian yang mendadak melonjak.
Fenomena viralnya istilah ini kembali menegaskan satu hal penting dalam ekosistem digital. Kecepatan informasi tidak selalu sejalan dengan akurasi. Di tengah derasnya arus konten, kehati-hatian dan literasi menjadi kunci agar publik tidak terjebak pada informasi menyesatkan atau tautan berisiko. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS