Nilai Mata Uang Kembali Anjlok, Berikut 7 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia 2026

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Kamis, 07 Mei 2026
0 dilihat
Nilai Mata Uang Kembali Anjlok, Berikut 7 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia 2026
Kepulauan Cayman kembali menjadi negara dengan biaya hidup termahal dunia sepanjang tahun 2026 ini. Foto: Repro Airguideonline

" Lonjakan inflasi global dan pelemahan nilai mata uang membuat biaya hidup di sejumlah negara dunia kembali melonjak tajam sepanjang tahun 2026 ini. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Lonjakan inflasi global dan pelemahan nilai mata uang membuat biaya hidup di sejumlah negara dunia kembali melonjak tajam sepanjang tahun 2026 ini.

Perubahan ekonomi global pada 2026 kembali memengaruhi biaya hidup masyarakat di berbagai negara. Kenaikan harga kebutuhan pokok, tarif hunian, hingga layanan publik menjadi faktor utama yang mendorong pengeluaran masyarakat semakin tinggi di sejumlah kawasan dunia.

Lembaga International Insurance merilis daftar negara dengan biaya hidup termahal di dunia berdasarkan beberapa indikator penting. Penilaian dilakukan dengan menghitung biaya sewa tempat tinggal, harga bahan makanan, utilitas, layanan kesehatan, transportasi, hingga kebutuhan hiburan masyarakat.

Dari laporan Aviation A2Z, tingginya biaya hidup tidak hanya dipengaruhi inflasi global. Faktor lain seperti ketergantungan impor, mahalnya harga properti, tingginya pajak, serta standar upah pekerja ikut mendorong kenaikan pengeluaran masyarakat di berbagai negara.

Kondisi tersebut membuat sejumlah negara menjadi kawasan dengan biaya hidup premium, baik bagi warga lokal maupun ekspatriat yang bekerja di sana.

Daftar Negara dengan Biaya Hidup Termahal 2026

1. Kepulauan Cayman

Melansir CNN Indonesia, Kamis (7/5/2026), kepulauan Cayman menempati posisi pertama sebagai wilayah dengan biaya hidup termahal di dunia pada 2026.

Kawasan ini dikenal sebagai pusat keuangan internasional yang dihuni banyak pekerja sektor offshore banking dan kalangan ekspatriat berpenghasilan tinggi.

Tingginya biaya hidup di wilayah tersebut dipicu keterbatasan sumber daya alam. Hampir seluruh kebutuhan pokok masyarakat harus diimpor dari luar negeri sehingga harga barang menjadi jauh lebih mahal dibanding negara lain.

Selain itu, keterbatasan lahan membuat harga properti dan biaya sewa hunian terus meningkat. Permintaan rumah mewah dari kalangan investor dan pekerja asing juga ikut memicu lonjakan harga.

Baca Juga: Tekan Inflasi Jelang Nataru Pemkot Kendari Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

2. Swiss

Swiss kembali masuk dalam daftar negara dengan biaya hidup tertinggi dunia. Kota-kota seperti Zurich, Jenewa, dan Basel menjadi wilayah dengan pengeluaran masyarakat paling tinggi.

Biaya hidup di Swiss dipengaruhi tingginya standar upah pekerja yang berdampak pada mahalnya harga barang dan jasa. Selain itu, asuransi kesehatan swasta yang wajib dimiliki warga ikut menambah beban pengeluaran masyarakat.

3. Islandia

Islandia berada di posisi ketiga dalam daftar negara dengan biaya hidup termahal dunia. Faktor geografis membuat negara tersebut sangat bergantung pada impor bahan pangan dan bahan bakar.

Meski biaya hidup tinggi, pemerintah Islandia memberikan subsidi besar untuk layanan publik sehingga biaya perumahan di negara tersebut dinilai masih lebih moderat dibanding negara lain dalam daftar.

4. Bahama

Bahama menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat berpenghasilan tinggi karena kebijakan pajaknya yang dinilai menguntungkan.

Namun, biaya hidup di ibu kota Nassau tergolong mahal akibat tingginya biaya impor barang kebutuhan sehari-hari dan layanan kesehatan berstandar internasional.

5. Singapura

Singapura menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk dalam daftar lima besar negara dengan biaya hidup termahal dunia pada 2026.

Keterbatasan lahan membuat harga properti dan biaya sewa hunian terus mengalami kenaikan. Selain itu, kepemilikan kendaraan pribadi di Singapura dikenal sangat mahal akibat tingginya pajak dan regulasi pemerintah.

Meski demikian, transportasi umum di negara tersebut masih dinilai efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Harga makanan lokal juga relatif lebih murah dibanding biaya hunian dan kendaraan pribadi.

6. Norwegia

Norwegia dikenal memiliki sistem kesejahteraan sosial yang kuat, tetapi biaya hidup masyarakat di negara tersebut tergolong tinggi.

Tingginya pajak dan biaya tenaga kerja membuat harga restoran, bahan makanan, serta jasa publik meningkat cukup signifikan. Namun masyarakat menikmati gaji tinggi dan layanan publik bersubsidi.

Baca Juga: Sempat Zona Merah, Baubau Kini Pengendali Inflasi Terbaik Kedua Nasional

7. Denmark

Denmark melengkapi daftar negara dengan biaya hidup termahal pada 2026. Ibu kota Kopenhagen menjadi pusat pengeluaran terbesar masyarakat.

Harga properti, biaya penitipan anak, dan sewa hunian di pusat kota berada jauh di atas rata-rata nasional. Meski pajak tergolong tinggi, Denmark tetap menjadi salah satu negara dengan tingkat kesejahteraan masyarakat terbaik di dunia.

Para analis menilai tingginya biaya hidup di berbagai negara tersebut merupakan gabungan dari banyak faktor ekonomi global. Mulai dari nilai tukar mata uang, ketergantungan impor, tingginya pajak, hingga standar upah masyarakat yang ikut memengaruhi harga barang dan jasa lokal. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga