adplus-dvertising

Pemerintah Kejar Target Vaksinasi, PB IDI: Jangan Abaikan Angka Kematian

M Risman Amin Boti, telisik indonesia
Sabtu, 21 Agustus 2021
2208 dilihat
Pemerintah Kejar Target Vaksinasi, PB IDI: Jangan Abaikan Angka Kematian
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto. Foto: Repro antaranews.com

" Namun, dia juga berharap, pemerintah tidak hanya fokus mengejar target vaksinasi COVID-19 tanpa berupaya menekan angka kematian. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto, meminta penanganan COVID-19 dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, vaksinasi merupakan bagian dari langkah preventif yang memang harus digencarkan.

Namun, dia juga berharap, pemerintah tidak hanya fokus mengejar target vaksinasi COVID-19 tanpa berupaya menekan angka kematian.


"Betul mengejar vaksin, tapi kuratifnya jangan diabaikan karena (angka) kematiannya tinggi sekali, masih di atas 1.000," kata Slamet dalam diskusi yang ditayangkan akun YouTube MNC Trijaya, Sabtu (21/8/2021).

"Jadi kementerian yang terkait harus melalukan upaya untuk menekan angka kematian tadi," sambungnya.

Lebih lanjut, Slamet menjelaskan, vaksinasi merupakan bagian dari langkah yang memang harus digencarkan mulai dari preventif, kuratif, hingga promotif.

Baca juga: 21 Agustus Diusulkan Sebagai Hari Korban Terorisme Nasional

Baca juga: Kapolri Lepas Bus Vaksinasi Keliling, Sasar Warga Tak Terjangkau

Hal ini tetap harus dibarengi dengan upaya kuratif yang bertujuan menyembuhkan pasien COVID-19 dan mencegah kasus kematian atau cacat.

Caranya, kata Slamet, pemerintah harus memastikan ketersediaan sumber daya manusia, logistik kesehatan, obat-obatan, oksigen, alat kesehatan, dan fasilitas kesehatan yang cukup.

Tak lupa juga kecukupan pembiayaan kesehatan karena masih ada rumah sakit yang belum dibayar.

"Ayo kita kejar vaksin, ayo kita cegah kematian. Jangan ayo kejar vaksin, kematian biarin saja lah. Jadi pesan saya, vaksin dikejar, angka kematian ditekan," kata Slamet.

Diketahui, pemerintah terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 nasional untuk mengejar target yang telah ditetapkan, yakni satu juta suntikan per hari mulai bulan Juli dan dua juta per hari pada bulan Agustus.

Target tersebut, diharapkan kekebalan komunal segera terbentuk yang pada akhirnya bisa berdampak pada pemulihan ekonomi.

Demikian disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Tahun 2021, yang digelar di halaman Masjid Al-Alam, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Rabu (30/6/2021) lalu. (C)

Reporter: M. Risman Amin Boti

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga