JAKARTA, TELISIK.ID - Klaim pemerintah perihal Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sebagai program terbesar di Asia dan bahkan dunia, dianggap sebagai program yang tidak memberi dampak luas bagi publik. Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur pun disebut bukan hal yang mendesak bagi masyarakat.

Penilaian itu muncul setelah terungkap bahwa masih banyak publik yang belum tahu soal proyek IKN Nusantara. “Ketidaktahuan publik menandakan bagi publik tidak ada urgensi IKN dijadikan program nasional untuk kondisi sekarang,” tegas Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, saat diskusi virtual Crosscheck Metrotvnews.com bertajuk "Ternyata IKN Gak Dikenal Rakyat?" pada Minggu (1/10/2023).

Dedi menyinggung klaim pemerintah soal IKN sebagai program terbesar di Asia bahkan dunia. Namun, dia mengungkapkan, masyarakat merasa tidak ada dampak apa-apa dari program itu. “Sehingga publik menilai itu bukan sesuatu yang harus diketahui,” tandasnya.

Baca Juga: Rocky Gerung Dituding Pecah Belah Masyarakat, IKN Harus Diwujudkan

Dedi menyebut masih banyaknya masyarakat yang tidak tahu soal IKN, sehingga ini menjadi kegagalan agenda pemerintah. Terutama dalam menyampaikan propaganda ihwal program prioritas.