adplus-dvertising

Pemkab Konawe Peduli Kesehatan dengan Tanggap Tangani Pasien COVID-19 di Tengah Pandemi

Muhamad Surya Putra, telisik indonesia
Sabtu, 16 Januari 2021
2018 dilihat
Pemkab Konawe Peduli Kesehatan dengan Tanggap Tangani Pasien COVID-19 di Tengah Pandemi
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (paling kanan) saat memantau acara kick off pencanangan vaksinasi Sinovac di Konawe. Foto: Muh. Surya Putra/Telisik

" Untuk wilayah se-Sulawesi baru Pemda Konawe yang punya mobil PCR ini. Di indonesia baru ada 3 yang miliki yaitu ada di Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kita (Sulawesi Tenggara). "

KONAWE, TELISIK.ID - Bentuk kepedulian dan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terhadap kesehatan masyarakat di tengah wabah COVID-19 yang menyerang semua negara, tak perlu diragukan lagi.

Hal ini dibuktikan dengan berbagai langkah-langkah antisipatif yang dilakukan Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa, selaku pimpinan di daerah Konawe, Ia memilih kebijakan di bidang kesehatan yang cukup brilian.

Di awal masuknya wabah COVID-19 di Konawe sekira bulan Maret-April 2020, dengan cepat mantan Ketua DPRD Konawe itu mengambil keputusan untuk memanfaatkan bangunan eks Diklat Prajabatan CPNS Kabupaten Konawe untuk dialihfungsikan sebagai Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19.


Alhasil, tak hanya pasien asal Konawe yang dirawat di sana, RSD COVID-19 Konawe juga pernah merawat pasien asal Kolaka Timur. RSD COVID-19 Kabupaten Konawe merupakan satu-satunya di Sulawesi Tenggara yang khusus merawat pasien COVID-19.

"Hingga saat ini, RSD COVID-19 Konawe masih beroperasi menangani pasien. Pasien yang masuk tak hanya warga Konawe. Akan tetapi warga dari Kabupaten lainnya seperti, Kolaka dan Kolaka Timur," ungkap Bupati Konawe dua Periode itu beberapa waktu lalu.

Kery mengatakan, kebijakan ini diambil untuk mensterilkan BLUD Rumah Sakit Konawe dari wabah COVID-19 agar dapat menepis keraguan masyarakat terhadap RS Konawe karena pasien corona tidak digabung dengan pasien umum.

 

Rumah Sakit Darurat (RSD) COVID-19 Kabupaten Konawe.Foto: Muh. Surya Putra/Telisik

 

"Kita juga siapkan gedung lain sebagai RSD COVID-19 untuk antisipasi sewaktu-waktu membludaknya pasien," ujar politisi PAN Sulawesi Tenggara itu.

Kebijakan strategis lainnya ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Konawe dengan mendatangkan mobil laboratorium swab polymerase chain reaction (PCR) yang juga satu-satunya di Sulawesi Tenggara.

Perhatian Pemkab Konawe dalam hal memutus mata rantai COVID-19 begitu tinggi. Dengan datangnya mobil tersebut yang merupakan hasil MoU kerjasama operasional antara Pemda Konawe dan PT Lentera Healthcare dalam rangka menanggulangi Virus Corona di Kabupaten Konawe.

 

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara bersama Kabag Humas Pemkab Konawe saat mengecek mobil swab PCR beberapa waktu lalu. Foto: Ist

 

Suatu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Konawe, karena di Sulawesi Tenggara baru Kabupaten Konawe yang mampu menghadirkan laboratorium berjalan tersebut.

Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara mengatakan, dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, penting dilakukan testing massif, tracking massif, dan edukasi.

Sehingga untuk mempercepat proses testing atau pemeriksaan sampel swab memang perlu memiliki alat swab tambahan, seperti mobil PCR tersebut.

Ketua DPD PAN Konawe itu berharap, keberadaan mobil PCR ini dapat digunakan secara maksimal meskipun jumlahnya hanya satu unit. Dengan adanya mobil PCR tersebut hasil swab yang biasanya keluar 4 sampai 5 hari kini bisa diketahui hanya dalam waktu tiga jam dan mampu menampung 300 sampel dalam sehari.

“Sebelumnya sampel swab kita masih mengirim ke RS Bahteramas dan hasilnya keluar 4 sampai 5 hari. Ini bisa 3 jam saja keluar hasilnya," ungkap Gusli yang juga mantan Ketua DPRD Konawe itu.

Kata Politisi PAN tersebut, biayanya tergolong murah yakni Rp 600 ribu dibandingkan di tempat lain yang biayanya mulai Rp 750 ribu hingga Rp 2 jutaan. Ini sangat membantu terutama bagi calon tenaga kerja lokal yang mendaftar di Morosi.

Gusli juga menambahkan, bentuk KSO dengan perusahaan terkait tidak terbatas waktu bahkan jika test swab mencapai 15 ribu pemeriksaan, mobil lab beserta alatnya tersebut akan menjadi milik Pemda Konawe ke depannya.

"Untuk wilayah se-Sulawesi baru Pemda Konawe yang punya mobil PCR ini. Di indonesia baru ada 3 yang miliki yaitu ada di Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Kita (Sulawesi Tenggara)," ungkapnya.

Baca juga: OJK Investigasi Aduan Pemkab Muna Terkait Oknum Komisaris Bank Sultra

Berikut beberapa fakta Mobile Lab PCR Test COVID-19.

1. Karya anak bangsa. Mobile labs PCR test COVID-19 merupakan alat inovasi di mana ide dan desainnya dikembangkan oleh Ai-Labs. Karoserinya sendiri berada di Cikupa, Tangerang.

2. Standar BSL-2. Laboraturium bergerak ini berstandar Biosafety Laboratory Level (BSL) 2 untuk penanganan COVID-19 yang telah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

3. Hasil tes cepat. Menggunakan Polymerase Chain Reaction Test (PCR), hasil tes yang dikeluarkan lebih cepat dan mempermudah para tenaga kesehatan dalam melakukan tes pengecekan COVID-19. Setidaknya untuk pengecekan di mobile labs ini, bisa melakukan pengetesan hingga 96 pasien per harinya.

4. Bisa ke mana saja. Tentunya alat ini beroperasi secara mobile. Sehingga bisa berpindah-pindah ke tempat yang membutuhkan hasil tes. Khususnya di daerah-daerah zona merah dengan waktu yang relatif cepat.

5. Tetap berfungsi. Setelah pandemi COVID-19 mereda, mobile laboratorium PCR ini juga masih bisa beroperasi untuk kebutuhan laboratorium lainnya.

Masa sekarang ini memasuki era baru dari wabah COVID-19 yakni vaksinasi, ini telah digalakkan oleh Pemerintah Pusat sampai di daerah. Bahkan Presiden Republik Indonesia sendiri menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Sinovac COVID-19 ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah menggelar seremoni kick off atau pencanangan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 produk Sinovac, Kamis (14/1/2021). Acara, berlangsung di pendopo kantor bupati dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi.

Mereka yang hadir antara lain Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinan Sapan serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa turut hadir memantau pelaksanaan kegiatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe, drg. Mawar Taligana sebagai ketua panitia pelaksana kegiatan melaporkan, awal Januari 2021 Pemkab Konawe diperintahkan Kementerian Kesehatan untuk melakukan pendataan tenaga kesehatan (Nakes) yang akan menerima vaksin. Selanjutnya, berhasil didata sebanyak 2.004 orang tenaga kesehatan.

"Jumlah tersebut masih akan berkembang, karena terus dilakukan pendataan," ujarnya.

Terkait tenaga kesehatan yang akan bertugas melakukan vaksinasi COVID-19, Kadis Kesehatan, Mawar Taligana menerangkan, pihaknya sudah memiliki petugas yang telah dilatih khusus. Pelatihan para petugas kesehatan dilakukan langsung oleh pihak Kemenkes.

"Untuk fasilitas tempat vaksin nantinya kami sudah siapkan seluruh puskesmas se-Kabupaten Konawe dan juga rumah sakit daerah," jelasnya.

Mawar menerangkan, untuk tahap awal vaksin Sinovac yang dikirim ke Konawe sebanyak 2.600 kotak. Paket tersebut akan disuntikkan dua kali pada setiap orang. Sehingga total warga Konawe yang akan divaksin di tahap awal sebanyak 1.800 orang.

Baca juga: Balita Penderita Hidrosefalus Asal Muna Bakal Segera Dioperasi

Mawar menambahkan, dalam proses vaksinasi, ada beberapa prosedur yang harus diperhatikan. Proses vaksinasi harus melalui empat tahap. Tahap pertama, validasi data terkait orang yang akan divaksin. Kedua, calon penerima vaksin akan melalui tahap skrining riwayat kesehatan. Ketiga, tahap vaksinasi. Terakhir, tahap observasi atau pemantauan kondisi orang yang telah divaksin kurang lebih selama 30 menit pasca vaksinasi.

Sementara itu, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa mengatakan, penyuntikan vaksin COVID-19 pertama kali dilakukan kepada Presiden Joko Widodo. Selanjutnya pemberian vaksin serentak di 34 provinsi, termasuk Sultra dan Konawe menjadi daerah yang perdana melakukan vaksinasi.

Lanjut Kery, secara resmi BPOM telah memberikan izin untuk produk vaksin Sinovac. Begitu pun dengan MUI telah mengeluarkan fatwa nomor 2 tahun 2021, memutuskan bahwa vaksin Sinovac halal.

"Masukan saya untuk tim COVID-19 Konawe, jangan disimpan lama barang ini (paket vaksin). Kalau bisa langsung gas. Kita juga akan komunikasi dengan pusat supaya tahap berikutnya, bisa berikan paket vaksin lebih banyak. Konawe ini diistimewakan, karena masa depannya Indonesia," terang Kery.

Untuk diketahui, ada 10 orang yang divaksin pada pencanangan vaksinasi Kabupaten Konawe. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Irwanuddin Tadjuddin Konawe menjadi orang yang pertama kali divaksin. Selanjutnya, disusul Wakil Ketua I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani.

Sementara itu delapan nama lainnya yang juga ikut divaksin adalah Kepala Kantor Kemenag Konawe Ahmad Lita R, Direktur RS Konawe dr. Agus Lahida, Kapolsek Unaaha Kadek Sudiadnyana, Wakil Ketua MUI Konawe, Sultan, Perwakilan IDI Moh. Sohibul Kirom, perwakilan PPNI Heti, perwakilan Hindu Ketut Sucika dan perwakilan Kristiani Pdt. Natan Togau.

Menjadi orang pertama yang disuntik vaksin, Irwanuddin Tadjuddin mengatakan, perasaannya setelah divaksin biasa saja, tak merasakan efek samping ringan seperti, pusing, mual, seperti apa info yang beredar di media sosial.

Ia mengharapkan, dengan adanya vaksinasi perdana ini dapat menepis keraguan masyarakat akan bahaya dari vaksinasi maupun efek samping dari vaksin Sinovac.

"Saya berharap niat kita mau sehat. Untuk menepis keraguan masyarakat bahwa vaksin itu aman," singkatnya.  (Adv) (A)

Reporter: Muh. Surya Putra

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga