Pemprov Sultra Komitmen Masukkan Bahasa Daerah ke dalam Kurikulum Pendidikan
Siti Nabila, telisik indonesia
Senin, 25 November 2024
0 dilihat
Sekda Sultra Asrun Lio. Foto: ist
" Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) berkomitmen untuk melestarikan bahasa daerah dengan memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah di Bumi Anoa "


KENDARI, TELISIK.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) berkomitmen untuk melestarikan bahasa daerah dengan memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah di Bumi Anoa.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pemberdayaan bahasa daerah yang ada di Sultra.
Sekretaris Daerah Sultra, Asrun Lio, mengatakan bahwa memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum pendidikan merupakan langkah yang sangat penting agar bahasa daerah tidak punah.
Baca Juga: APBD Buton Selatan 2025 Naik Signifikan Tak Sebanding PAD
“Bahasa daerah akan segera dimasukkan dalam kurikulum, supaya tidak ada lagi alasan bagi sekolah untuk tidak melaksanakannya. Karena ini merupakan bagian dari kurikulum yang wajib dilaksanakan,” ujarnya, Senin (25/11/2024).
Kebijakan ini juga didasari oleh Peraturan Daerah Provinsi Sultra No. 5 Tahun 2021, yang mengatur tentang penumbuhan, pembinaan, dan perlindungan bahasa daerah serta sastra. Keputusan ini diharapkan dapat membantu melestarikan bahasa daerah yang saat ini mulai terancam punah.
Asrun Lio mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk terus membudayakan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, agar bahasa-bahasa tersebut tetap terjaga dan terlindungi.
“Dengan melestarikan bahasa daerah, kita dapat meningkatkan daya saing generasi muda, terlebih di era globalisasi ini,” tandas Asrun Lio.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sultra, Uniawati, meyakinkan bahwa banyak manfaat yang dapat diperoleh jika anak-anak diajarkan bahasa daerah sebagai bahasa ibu mereka.
Baca Juga: Pj Bupati Muna Barat La Ode Butolo Siapkan Sanksi Tegas ASN dan Kades Tak Netral di Pilkada 2024
“Menguasai bahasa ibu sejak dini cenderung memiliki prestasi yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak menguasai bahasa ibu,” ujar Uniawati.
Selain itu, menurut Uniwati, menguasai bahasa daerah dapat mengoptimalkan objektivitas anak, menjadi fondasi untuk mempelajari bahasa lain, serta membangun identitas, kecerdasan emosional, dan meningkatkan keterlibatan sosial.
Pemprov Sultra berharap, melalui langkah ini, bahasa daerah akan semakin kuat dan memberikan manfaat yang besar, terutama dalam memperkaya keberagaman budaya serta meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. (B)
Penulis: Siti Nabila
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS