adplus-dvertising

Pencari Rezeki di Pelabuhan Kolut Kehilangan Penghasilan

Muh. Risal H, telisik indonesia
Rabu, 15 April 2020
615 dilihat
Pencari Rezeki di Pelabuhan Kolut Kehilangan Penghasilan
Kios di pelabuhan penyeberangan Tobaku, Kolut, terpaksa tutup karena tak ada lagi pembeli selama permberlakuan pembatasan penumpang. Foto: Muh. Risal/Telisik

" Dulu sebelum pembatasan penumpang, pendapatan bisa mencapai Rp50.000 sampai Rp100.000 perhari. Sekarang paling tinggi Rp20.000 perhari kadang juga hanya Rp10.000. Syukur kalau sopir mobil ramai ya bisa sampai Rp50.000 perhari. "

KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Keputusan Pemerintah Kabupaten Wajo dan Kolaka Utara (Kolut) memberlakukan kebijakan pembatasan penumpang di Pelabuhan Bansalae Siwa, Wajo dan Tobaku, Kolut, berimbas pada menurunnya omzet pedagang di pelabuhan penyeberangan Tobaku.

Salah seorang pedagang di pelabuhan penyeberangan Tobaku, Ani (40), mengatakan, sejak diberlakukannya pembatasan penumpang, omzetnya menurun drastis.

"Dulu sebelum pembatasan penumpang, pendapatan bisa mencapai Rp50.000 sampai Rp100.000 perhari. Sekarang paling tinggi Rp20.000 perhari kadang juga hanya Rp10.000. Syukur kalau sopir mobil ramai ya bisa sampai Rp50.000 perhari," keluh Ani, Selasa (14/4/2020).


 Baca juga: Pilkada Serentak Digelar 9 Desember 2020

Tidak hanya itu, dampak pembatasan penumpang juga dirasakan pedagang asongan yang setiap hari berjualan di atas kapal.

"Sebelum pembatasan penumpang, mereka bisa mendapat pemasukan Rp50.000 sampai Rp100.000. Sekarang pemasukan mereka dari hasil berjualan di atas kapal tidak ada sama sekali," jelasnya.

Selain itu, kebijakan pembatasan penumpang dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19 itu juga berimbas pada pendapatan tukang ojek, sopir angkutan umum dan buruh pelabuhan.

 Baca juga: Mendagri Puji Inovasi Pembuatan Hand Senitizer di Muna

Menanggapi masalah tersebut, Pemkab Kolut melalui Kepala Dinas Perhubungan, Ir. Junus, M.Si saat dikonfirmasi mengungkapkan, masalah yang dihadapi pedagang merupakan bagian yang tidak dapat  dihindari.

"Prioritas kita saat ini adalah bagaimana masyarakat tetap sehat, sambil terus mengamati perkembangan yang ada. Semoga masyarakat Kolut bisa memahami dan mematuhi segala regulasi yang ada, karena semua itu bermuara pada keselamatan dan kesehatan kita bersama," harapnya.

 

Reporter: Muh. Risal

Editor: Rani

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga