Oleh: Dr. H.M. Najib Husain

Dosen UHO Kendari

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara melaksanakan kegiatan seminar dalam minggu ini dengan tema: Potensi Kerawanan dalam Tahun Politik 2024  dengan sub tema “Merawat Persatuan Indonesia dan Kerukunan antar Umat Beragama dalam Menghadapi Tahun Politik 2024.”  

Ini langkah baru yang dilakukan oleh MUI di era KH. Mursyidin dan Ketua Komisi Prof Nurdin yang mau berpartisipasi dalam urusan politik, dan seharusnya sudah dilakukan sejak dulu karena politik dan Islam sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dan tidak berjalan sendiri.  

Sebagai moderator saya mengawali kegiatan seminar dengan menyampaikan bahwa Pemilu 2019 dari catatan Bawaslu yang dipetakan berdasarkan pemetaan isu ada 5 yaitu: Politik uang, politik identitas, black campaian melalui media sosial, netralitas ASN, dan profesionalisme penyelenggara pemilu.